Marak Serangan Siber di Indonesia, CYBR Bilang Begini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Itsec Asia Tbk (CYBR) turut menyoroti terkait dengan maraknya serangan siber berupa ancaman dan penipuan online di Indonesia saat ini. CYBR menyebutkan bahwa pihaknya akan tetap fokus melindungi sistem dan pengguna sebagai end user.

Head of Communications PT Itsec Asia Tbk, Steve Saerang menjelaskan bahwa pihaknya akan terus membangun keamanan secara menyeluruh dan berlapis untuk setiap pengguna ITSEC.

"Kami tidak hanya fokus pada satu titik proteksi, tetapi menghadirkan end-to-end cybersecurity mulai dari konsultasi, implementasi solusi, hingga layanan keamanan terkelola yang berjalan secara berkelanjutan," ujar Steve dalam keterangan tertulis kepada Kontan, Minggu (12/4/2026).


Kemudian, ITSEC juga melakukan pemantauan secara real time melalui Security Operations Center jika terjadi serangan siber. Hal itu bertujuan untuk mencegah lebih awal terjadinya serangan siber.

Steve menyebut, saat ini ITSEC juga tengah melakukan pengembangan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI), bernama IntteliBron. Sistem AI tersebut mampu mendeteksi anomali dan memberikan respons cepat terhadap potensi serangan siber.

Baca Juga: Transformasi ITSEC Asia (CYBR), Mendeteksi Ancaman Siber Kini Lebih Cepat

"Sistem ini bekerja seperti “early warning system” yang memantau aktivitas jaringan secara terus menerus dan memberikan notifikasi ketika ada indikasi ancaman," ungkap Steve.

Tak lupa, ITSEC juga tetap merujuk pada standar internasional seperti ISO 27001 dalam pengelolaan keamanan informasi, sehingga setiap proses yang dijalankan memiliki kerangka kerja yang teruji secara global.

ITSEC juga tengah mengembangkan solusi yang terintegrasi dan user-friendly. Tujuannya, agar pelanggan tidak perlu memiliki tim keamanan yang kompleks untuk melindungi dari serangan siber.

"Melalui layanan managed security services, pelanggan dapat menyerahkan pengelolaan keamanan kepada kami, mulai dari monitoring, incident response, hingga peningkatan strategi pertahanan," tegas dia.

Pelanggan, kata Steve, juga akan mendapatkan pelayanan transparansi dan visibilitas agar tetap percaya. 

Baca Juga: Di Tengah Ancaman Digital, Itsec Asia (CYBR) Catat Penguatan Bisnis Keamanan Siber

"Setiap pelanggan dapat melihat kondisi keamanan mereka secara real-time melalui dashboard monitoring, sehingga mereka memiliki kontrol dan pemahaman yang jelas terhadap risiko yang dihadapi," jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat kerugian akibat penipuan dan serangan siber telah menembus Rp 476 miliar pada periode November 2024 hingga awal 2025 di Indonesia.

Tingginya angka ini semakin menegaskan bahwa ancaman siber bukan lagi risiko potensial, melainkan realitas yang harus dihadapi oleh setiap organisasi.

Kondisi inilah yang mendorong kebutuhan akan solusi keamanan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga mampu memberikan pemantauan dan perlindungan secara real-time.

Baca Juga: ITSEC Asia (CYBR) Perluas Sayap ke Timur Tengah–Afrika, Umumkan Summit Siber 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News