KONTAN.CO.ID - MANILA. Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. meminta Kongres menyetujui anggaran pemerintah sebesar 7,2 triliun peso atau sekitar US$118,1 miliar untuk 2027. Anggaran tersebut meningkat 6% dibandingkan dengan anggaran tahun ini. Pengajuan anggaran dilakukan ketika pemerintah Filipina berupaya memulihkan momentum pertumbuhan ekonomi setelah mengalami perlambatan tajam serta terseret skandal korupsi yang turut menghambat belanja infrastruktur. Ekonomi Filipina tumbuh 2,3% secara tahunan pada kuartal II-2026. Pertumbuhan tersebut menjadi yang terlemah sejak 2021, terutama akibat penurunan aktivitas konstruksi dan melemahnya permintaan domestik.
Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi Filipina pada paruh pertama 2026 tercatat sebesar 2,6%. Angka ini masih berada di bawah target pertumbuhan pemerintah sebesar 3,5%-4,5% untuk tahun ini.
Baca Juga: Harga Minyak Naik, Negosiasi AS-Iran Buntu dan Selat Hormuz Jadi Sorotan Departemen Anggaran dan Manajemen Filipina (DBM) menyebutkan, rencana anggaran 2027 tersebut setara dengan 21,7% dari produk domestik bruto (PDB) negara.
Pendidikan Tetap Dapat Porsi Terbesar
Sektor pendidikan masih menjadi penerima alokasi anggaran terbesar pada 2027, yakni sebesar 1,15 triliun peso. Namun, nilai tersebut turun 11,5% dibandingkan alokasi sebesar 1,3 triliun peso pada anggaran 2026. Sementara itu, anggaran sektor kesehatan ditetapkan sebesar 353,8 miliar peso, turun 21% dari 448,1 miliar peso pada anggaran tahun berjalan. Anggaran untuk sektor pertanian juga mengalami penurunan. Pemerintah mengalokasikan 261,7 miliar peso untuk pertanian pada 2027, atau turun 13% dibandingkan hampir 300 miliar peso pada tahun ini. Di sisi lain, Departemen Pekerjaan Umum dan Jalan Raya (Department of Public Works and Highways/DPWH) mendapatkan peningkatan anggaran cukup signifikan. DPWH akan memperoleh alokasi sebesar 644 miliar peso pada 2027, naik 22% dari 530 miliar peso yang dialokasikan pada 2026. Kenaikan tersebut menjadi sorotan karena DPWH berada di pusat skandal infrastruktur yang tengah mengguncang pemerintahan Filipina. Anggaran lembaga tersebut pada tahun ini sebelumnya telah dipangkas sekitar 40% dari usulan awal sebesar 881 miliar peso menyusul dugaan ketidakberesan dalam sejumlah proyek pekerjaan umum.
Anggaran Pertahanan Filipina Naik
Pemerintah Filipina juga mengusulkan kenaikan anggaran pertahanan pada 2027. Belanja pertahanan direncanakan mencapai 328,8 miliar peso, naik 7,6% dari 305,5 miliar peso dalam anggaran tahun berjalan.
Baca Juga: Toyota Recall 508.354 Mobil di AS, Diantaranya Camry Hybrid DBM menyatakan sekitar 316 miliar peso atau hampir empat perlima dari kenaikan total anggaran tahun depan akan digunakan untuk memenuhi kewajiban pemerintah yang bersifat wajib. Salah satunya adalah penyesuaian gaji bagi personel militer dan aparat berseragam.
Defisit Fiskal Filipina Capai 1,7 Triliun Peso
Di tengah rencana peningkatan belanja pemerintah, Filipina memperkirakan total pencairan anggaran pada 2027 mencapai 6,9 triliun peso. Sementara itu, pendapatan pemerintah diproyeksikan hanya mencapai 5,2 triliun peso. Kondisi tersebut akan menghasilkan defisit fiskal sebesar 1,7 triliun peso. Sekretaris Anggaran Filipina Kim Robert De Leon mengatakan defisit tersebut akan dibiayai melalui penarikan utang. Pemerintah Filipina juga telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,0%-6,0% untuk periode 2027 hingga 2030.