Maret optimisme keyakinan konsumen kembali menurun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Maret 2018 menunjukkan optimisme konsumen masih tetap terjaga. Tercermin pada Indeks keyakinan konsumen (IKK) Maret tetap berada di atas 100 yakni sebesar 121,6, namun lebih rendah dari IKK bulan sebelumnya sebesar 122,5.

Dalam survei yang dipublikasikan pada Kamis (5/4), BI mengungkapkan terjaganya optimisme konsumen terutama ditopang oleh ekspektasi peningkatan kegiatan usaha dalam enam bulan mendatang.

Namun, persepsi terhadap menurunnya ketersediaan lapangan kerja saat ini menyebabkan IKK bulan Maret 2018 menjadi lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya.


Lebih rinci, indeks ketersediaan lapangan kerja menurun menjadi 96,1 pada Maret 2018 di bandingkan bulan Februari tahun yang sama sebesar 100,0. Indeks penghasilan konsumen juga ikut turun menjadi 120,7 turun 0,4 poin di bandingkan bulan sebelumnya.

Di sisi lain, stabilnya indeks ekspetasi konsumen (IEK) didorong oleh meningkatnya ekspetasi kegiatan usaha, meski ekspetasi ketersediaan lapangan kerja mengalami penurunan menjadi 133 dari bulan sebelumnya 132.8 dan ekspetasi penghasilan mengalami penurunan menjadi 145.6.

Optimisme konsumen tersebut di topang oleh meningkatnya ekspetasi kegiatan usaha ke depan naik menjadi 134.5 di mana sebelumnya 131.5. hal ini di dorong oleh optimisme rsponden terhadap perbaikan infrastruktur dan kenaikan harga yang lebih terkendali dalam enam bulan mendatang.

Hasil survei juga mengindikasikan bahwa tekanan kenaikan harga diperkirakan meningkat dalam 3 bulan mendatang atau pada Bulan Juni 2018. Perkiraan konsumen terhadap perkembangan harga tersebut dipengaruhi besar oleh meningkatnya permintaan barang dan jasa pada bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Hal ini tercermin dari peningkatan ekspetasi harga dalam tiga bulan mendatang sebesar 184,4 atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 175,3.

Adanya tekanan harga Pada enam bulan mendatang, telah diperkirakan oleh konsumen. Di mana akan ada tekanan kenaikan harga yang melambat, terindikasi dari penurunan indeks ekspetasi harga (IEH) enam bulan mendatang sebesar 4,6 poin menjadi 165,0 Melambatnya harga tersebut disebabkan oleh meningkatnya pasokan barang konsumsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto