Margin Berpotensi Tertekan hingga Akhir 2026, Begini Strategi KLBF



KONTAN.CO.ID- JAKARTA. Manajemen PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memperkirakan tekanan terhadap margin masih berlanjut hingga akhir 2026. Ini disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar  rupiah dan tingginya biaya bahan baku. 

Direktur Keuangan Kalbe Farma Kartika Setiabudy menjelaskan sebagian besar bahan baku KLBF masih berasal dari impor sehingga pelemahan nilai tukar rupiah berdampak langsung terhadap struktur biaya produksi.

“Dengan kurs di sekitar Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS)–Rp 18.000 per dolar AS dan adanya inventory yang kami pegang, kemungkinan margin di semester kedua tidak akan membaik,” jelasnya dalam paparan publik, Jumat (11/9). 


Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) Tinjau Kembali Capex Rp 1 Triliun, Modal Kerja Jadi Prioritas

Selain nilai tukar, kata Kartika, kenaikan harga bahan baku turut memberikan tekanan terhadap margin. Di mana, kondisi geopolitik di Timur Tengah juga memengaruhi harga bahan baku yang berkaitan dengan komoditas minyak.

“Harapannya tentunya tahun mendatang kondisi secara makro akan lebih positif karena memang nilai tukar ini akan sangat berdampak terhadap margin perusahaan,” jelas Kartika. 

Per Juni 2026, KLBF membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 19,48 triliun atau meningkat 14,0% secara tahunan. Namun dari sisi bottom line, laba bersih KLBF justru turun 2,8% secara tahunan menjadi sekitar Rp 1,92 triliun.

Selain itu, margin laba kotor atau Gross Profit Margin KLBF berada di angka 37,6% pada semester I-2026. Angka tersebut turun 220 basis points (bps) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Untuk itu, Kartika bilang telah melakukan kenaikan harga secara selektif untuk beberapa produk. Pasalnya, peluang untuk mengerek harga sangat terbatas karena kondisi ekonomi makro dan pelemahan daya beli. 

Kedepannya kami juga akan tetap meninjau apakah masih bisa dilakukan kenaikan harga di beberapa produk-produk yang memang masih ada kemungkinan untuk melakukan kenaikan harga,” ucapnya. 

Selain itu, kata Kartika, KLBF juga menggenjot efisiensi dari sisi produksi dengan meningkatkan volume produksi agar lebih optimal dan menekan biaya. KLBF juga melakukan penyesuaian portofolio untuk meningkatkan kontribusi produk dengan margin yang lebih baik. 

Baca Juga: Saham Melesat 94% Dalam Sebulan, BEI Bekukan Transaksi Saham JARR Milik Haji Isam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News