KONTAN.CO.ID- JAKARTA. Manajemen PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memperkirakan tekanan terhadap margin masih berlanjut hingga akhir 2026. Ini disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar rupiah dan tingginya biaya bahan baku. Direktur Keuangan Kalbe Farma Kartika Setiabudy menjelaskan sebagian besar bahan baku KLBF masih berasal dari impor sehingga pelemahan nilai tukar rupiah berdampak langsung terhadap struktur biaya produksi. “Dengan kurs di sekitar Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS)–Rp 18.000 per dolar AS dan adanya inventory yang kami pegang, kemungkinan margin di semester kedua tidak akan membaik,” jelasnya dalam paparan publik, Jumat (11/9).
Margin Berpotensi Tertekan hingga Akhir 2026, Begini Strategi KLBF
KONTAN.CO.ID- JAKARTA. Manajemen PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memperkirakan tekanan terhadap margin masih berlanjut hingga akhir 2026. Ini disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar rupiah dan tingginya biaya bahan baku. Direktur Keuangan Kalbe Farma Kartika Setiabudy menjelaskan sebagian besar bahan baku KLBF masih berasal dari impor sehingga pelemahan nilai tukar rupiah berdampak langsung terhadap struktur biaya produksi. “Dengan kurs di sekitar Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS)–Rp 18.000 per dolar AS dan adanya inventory yang kami pegang, kemungkinan margin di semester kedua tidak akan membaik,” jelasnya dalam paparan publik, Jumat (11/9).