Margin Kilang Minyak dan Integrasi Hilir di Singapura Menopang Kinerja BRPT



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat kenaikan kinerja pada kuartal pertama 2026, didorong oleh kontribusi dari operasi kilang minyak di Singapura serta integrasi bisnis hilir melalui akuisisi aset ritel bahan bakar milik ExxonMobil di negara tersebut.

Perseroan membukukan pendapatan bersih konsolidasi sebesar US$ 2,57 miliar per Maret 2026, alias melompat 232% secara year on year (YoY). Kenaikan ini terutama ditopang oleh peningkatan kinerja anak usaha Chandra Asri Group, yang mendapatkan dorongan dari margin kilang minyak yang tinggi serta integrasi aset ritel bahan bakar milik ExxonMobil di Singapura.

Dari sisi profitabilitas, perseroan mencatatkan EBITDA sebesar US$ 567 juta, naik 288% YoY dan menjadi rekor tertinggi kuartalan sepanjang sejarah. Direktur Utama BRPT, Agus Pangestu mengatakan peningkatan ini mencerminkan kombinasi dari margin kilang minyak yang solid, integrasi bisnis ritel bahan bakar, serta efisiensi berkelanjutan di segmen energi terbarukan


Menurut Agus, penguatan kinerja ini juga tidak terlepas dari optimalisasi operasi di Singapura. Utamnya ditopang oleh tingginya crack spread regional, optimalisasi bauran produk, serta disiplin dalam pengadaan bahan baku.

Baca Juga: Punya Pengendali Baru, Geoprima Solusi (GPSO) Pasang Target Ambius di 2026

"Pencapaian tersebut lebih dari mampu mengimbangi volatilitas yang masih berlangsung di segmen petrokimia,” ungkap Agus dalam keterangan resmi, Selasa (5/5).

Selain itu, kontribusi dari segmen energi juga memperkuat kinerja bottom line perusahaan. Secara keseluruhan, laba bersih setelah pajak konsolidasi tercatat sebesar US$ 271 juta, atau tumbuh 803% YoY, sejalan dengan capaian operasional yang kuat di seluruh lini bisnis.

Langkah strategis penting lainnya adalah penyelesaian akuisisi jaringan SPBU Esso, bagian dari aset ritel ExxonMobil di Singapura yang telah rampung dan mulai dikonsolidasikan penuh sejak awal 2026. Akuisisi ini dinilai menjadi kunci dalam memperkuat integrasi vertikal Perseroan, khususnya di segmen hilir.

“Sejalan dengan tujuan strategis kami, kami telah menyelesaikan akuisisi jaringan SPBU Esso di Singapura, yang telah sepenuhnya terkonsolidasi dalam laporan keuangan sejak awal 2026. Akuisisi ini memperkuat ekosistem hilir kami melalui perluasan jaringan ritel serta pendalaman integrasi di sepanjang rantai nilai,” ujar Agus.

Perseroan memperkirakan transaksi tersebut akan langsung memberikan kontribusi positif terhadap laba, didukung oleh arus kas yang kuat serta sinergi operasional dan komersial. Di sisi neraca, Barito Pacific juga menunjukkan ketahanan yang solid dengan total aset mencapai US$17,62 miliar per kuartal I-2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News