KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Margin keuntungan perbankan mulai menunjukkan tekanan. Bank Indonesia (BI) mencatat margin keuntungan industri perbankan turun menjadi 2,19% pada April 2026, dari 2,21% pada bulan sebelumnya. Mengutip data BI Jumat (2/6), penurunan margin tersebut dipengaruhi kenaikan biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan penurunan biaya dana (cost of fund). Penurunan terjadi pada mayoritas kelompok bank, termasuk bank BUMN, bank pembangunan daerah (BPD), dan kantor cabang bank asing (KCBA). BI menjelaskan, penurunan margin keuntungan pada ketiga kelompok bank tersebut dipengaruhi oleh kenaikan biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan penurunan biaya dana (cost of fund). "Penurunan tersebut disebabkan oleh kenaikan biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan penurunan biaya dana," tulis BI dalam laporan Asesmen Transmisi Suku Bunga. Baca Juga: Margin Perbankan Tergerus Biaya Operasional Vice President LPPI, Trioksa Siahaan, menilai tekanan terhadap margin perbankan masih berlanjut. Menurutnya, Bank akan hati-hati untuk menaikkan bunga kredit. "Hal ini terjadi karena peningkatan biaya dana bank namun dari sisi bunga kredit akan tertahan atau bila naik akan meningkatkan risiko kredit bank," ujar Trioksa kepada Kontan, Kamis (2/7/2026). Untuk menahan tekanan tersebut, perbankan perlu meningkatkan porsi dana murah (CASA), melakukan efisiensi operasional, serta lebih selektif dalam menyalurkan kredit. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan, BCA terus mencermati perkembangan suku bunga acuan, kondisi makroekonomi, potensi risiko, serta likuiditas perbankan.
Margin Perbankan Diproyeksi Masih Tertekan hingga Akhir 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Margin keuntungan perbankan mulai menunjukkan tekanan. Bank Indonesia (BI) mencatat margin keuntungan industri perbankan turun menjadi 2,19% pada April 2026, dari 2,21% pada bulan sebelumnya. Mengutip data BI Jumat (2/6), penurunan margin tersebut dipengaruhi kenaikan biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan penurunan biaya dana (cost of fund). Penurunan terjadi pada mayoritas kelompok bank, termasuk bank BUMN, bank pembangunan daerah (BPD), dan kantor cabang bank asing (KCBA). BI menjelaskan, penurunan margin keuntungan pada ketiga kelompok bank tersebut dipengaruhi oleh kenaikan biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan penurunan biaya dana (cost of fund). "Penurunan tersebut disebabkan oleh kenaikan biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan penurunan biaya dana," tulis BI dalam laporan Asesmen Transmisi Suku Bunga. Baca Juga: Margin Perbankan Tergerus Biaya Operasional Vice President LPPI, Trioksa Siahaan, menilai tekanan terhadap margin perbankan masih berlanjut. Menurutnya, Bank akan hati-hati untuk menaikkan bunga kredit. "Hal ini terjadi karena peningkatan biaya dana bank namun dari sisi bunga kredit akan tertahan atau bila naik akan meningkatkan risiko kredit bank," ujar Trioksa kepada Kontan, Kamis (2/7/2026). Untuk menahan tekanan tersebut, perbankan perlu meningkatkan porsi dana murah (CASA), melakukan efisiensi operasional, serta lebih selektif dalam menyalurkan kredit. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan, BCA terus mencermati perkembangan suku bunga acuan, kondisi makroekonomi, potensi risiko, serta likuiditas perbankan.
TAG: