Mark Dynamics Indonesia (MARK) bersiap memacu kinerja di paruh kedua tahun ini.



KONTAN.CO.ID - JAKATRA. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk bersiap memacu kinerja di paruh kedua tahun ini. Emiten produk porselen cetakan sarung tangan berkode saham MARK itu berencana memproduksi 11 juta pieces (pcs) cetakan sarung tangan di paruh kedua tahun ini.  

Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh  mengatakan, saat ini permintaan cetakan sarung tangan sedang tinggi-tingginya. Untuk periode pengapalan tahun ini saja misalnya, MARK telah mengantongi kontrak senilai US$ 70 juta pelanggan di Malaysia, Thailand, China, Vietnam, Amerika Serikat, maupun Indonesia pada periode pengapalan tahun ini.

Kalau ditonasekan, kontrak tersebut setara dengan sekitar 15 juta-16 juta pcs cetakan sarung tangan. Angka ini belum termasuk kontrak-kontrak lainnya yang tidak disebutkan volumenya. “Permintaan kita sudah penuh sampai semester I 2022,” kata Ridwan kepada Kontan.co.id, Minggu (1/8).


Pada sepanjang Januari-Juni 2021 lalu, MARK sudah memproduksi dan mengapalkan sekitar 7,5 juta pcs cetakan sarung tangan. Dengan demikian, total rencana produksi cetakan sarung tangan MARK mencapai sekitar 18,5 juta  pcs pada sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Pabrik baru Mark Dynamics (MARK) sudah beroperasi 50% dari total kapasitas

Secara konsolidasi, realisasi penjualan MARK di semester I 2021 mencapai Rp 472,30 miliar, naik 145,20% dibanding realisasi penjualan semester I 2020 yang sebesar Rp 192,62 miliar.

Setali tiga uang dengan penjualan yang mendaki, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih MARK meroket 200,11% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari semula Rp 51,66 miliar di semester I 2020 menjadi Rp 155,20 miliar di semester I 2021.

Ridwan berujar, capaian kinerja MARK di semester pertama didukung oleh keberhasilan MARK dalam melakukan penetrasi pasar baru, strategi produksi yang efisien, serta peningkatan kualitas produk. 

Ia optimistis, seiring kondisi ekonomi global yang pulih secara perlahan, permintaan  cetakan sarung tangan akan terus tinggi hingga setidaknya dalam kurun waktu 2-3 tahun mendatang. Setelah kondisi kembali normal, permintaan sarung tangan secara global diperkirakan tetap akan bertumbuh sebesar 10% - 12% per tahun.

 
MARK Chart by TradingView

Dengan optimisme ini, MARK menargetkan penjualan sebesar Rp 1,061 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 300,6 miliar pada sepanjang tahun ini. Sebagai pembanding, mengutip laporan keuangan tahunan perusahaan, MARK membukukan penjualan Rp 565,43 miliar dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) sebesar Rp 144,02 miliar di tahun 2020.

“Perseroan optimis target penjualan konsolidasi akan mencapai angka Rp 1,061 Triliun dengan laba bersih sekitar Rp 300,6 Milyar,” kata Ridwan.

Selanjutnya: Permintaan Ekspor Meningkat, Mark Dynamics (MARK) Genjot Kapasitas Produksi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .