KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencatatkan pertumbuhan kinerja pada semester I 2026. Produsen cetakan porselen untuk sarung tangan tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp183,92 miliar pada semester I-2026, naik 40,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp131,29 miliar. Sejalan dengan itu, penjualan bersih perseroan melonjak 50,3% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 572,20 miliar dari Rp 380,81 miliar pada semester I 2025. Kenaikan penjualan turut mendorong laba usaha naik 35,1% menjadi Rp 218,24 miliar, sedangkan laba sebelum pajak meningkat 42,3% menjadi Rp 238,80 miliar. Momentum pertumbuhan perseroan semakin terlihat pada kuartal II 2026. Pada periode tersebut, penjualan bersih meningkat 80,8% menjadi Rp 321,36 miliar, sementara laba bersih melonjak 64% menjadi Rp 100,49 miliar dibandingkan kuartal II tahun lalu. Perseroan menilai peningkatan tersebut ditopang oleh permintaan pasar yang terus menguat serta strategi peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi operasional.
Mark Dynamics (MARK) Catat Laba Bersih Rp 183,9 Miliar pada Semester I-2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencatatkan pertumbuhan kinerja pada semester I 2026. Produsen cetakan porselen untuk sarung tangan tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp183,92 miliar pada semester I-2026, naik 40,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp131,29 miliar. Sejalan dengan itu, penjualan bersih perseroan melonjak 50,3% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 572,20 miliar dari Rp 380,81 miliar pada semester I 2025. Kenaikan penjualan turut mendorong laba usaha naik 35,1% menjadi Rp 218,24 miliar, sedangkan laba sebelum pajak meningkat 42,3% menjadi Rp 238,80 miliar. Momentum pertumbuhan perseroan semakin terlihat pada kuartal II 2026. Pada periode tersebut, penjualan bersih meningkat 80,8% menjadi Rp 321,36 miliar, sementara laba bersih melonjak 64% menjadi Rp 100,49 miliar dibandingkan kuartal II tahun lalu. Perseroan menilai peningkatan tersebut ditopang oleh permintaan pasar yang terus menguat serta strategi peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi operasional.