Mark Pincus: Menjaring donasi bagi korban bencana (4)



Kesuksesan tak membuat Mark Pincus menutup mata terhadap berbagai kepedihan akibat bencana. Ia gemar mengajak para gamers untuk berdonasi lewat permainan-permainan populer yang dimiliki Zynga. Ia menjual beberapa barang virtual yang dikhususkan untuk membantu korban bencana alam. Bahkan, Pincus mampu mengumpulkan ratusan ribu hingga jutaan dollar dana dalam waktu singkat. Ia pun berambisi mengumpulkan dana amal US$ 2 juta bagi Jepang.

Setelah meraih kesuksesan, Mark Pincus tak melupakan sesamanya. Berbagai kegiatan sosial dilakukannya lewat Zynga.


Pada Oktober 2009, Zynga telah mengumpulkan lebih dari US$ 6 juta untuk beberapa organisasi nirlaba internasional. Pincus juga getol memberi bantuan kepada para korban bencana alam.

Januari 2010, Zynga mendonasikan US$ 1,5 juta untuk korban bencana gempa di Haiti, khususnya bagi anak-anak. Zynga memperoleh uang sebesar itu hanya dalam waktu lima hari dari para penggila game di 47 negara. Uang itu pun diserahkan ke Program Pangan Dunia PBB sebagai bagian dari bantuan gempa.

Delapan bulan kemudian, Zynga berhasil mengumpulkan US$ 500.000 hanya dalam dua hari untuk L'Ecole de Choix, K-12, bangunan sekolah percontohan milik Zynga yang dibangun di Mirebalais, dataran tinggi bagian tengah, Haiti. Kepedulian Pincus pada anak-anak korban bencana sekali lagi dibuktikannya pada Desember 2010. Zynga mengumpulkan lebih dari US$ 800.000 untuk Rumah Sakit Anak-anak UCSF Benioff. Rumah sakit itu khusus menangani kesehatan dan pemulihan anak-anak korban bencana alam dan perang.

Tsunami yang menghantam Jepang, 11 Maret lalu, juga tak luput dari perhatian Pincus. Dia mengajak para gamers memberikan donasi untuk korban tsunami di negeri Matahari Terbit itu lewat game-game buatan Zynga, seperti FarmVille di Facebook.

Lewat Zynga, Pincus memang mudah mengumpulkan donasi. Ia hanya menawarkan barang-barang virtual dalam game tersebut. Pada game FarmVille, lobak menjadi barang yang harus dibeli jika ingin berpartisipasi dalam kegiatan donasi. Bukan cuma FarmVille yang menjadi alat pengumpul dana Zynga. Game lainnya seperti CityVille dan Zynga Poker juga digunakan sebagai alat pengumpul sumbangan.

Di CityVille, pemain cukup membeli ubi jalar. Sementara di Zynga Poker, pemain membeli royal flush. Seratus persen keuntungan yang didapat Zynga disumbangkan untuk Jepang.

Penggemar game Word With Friends juga bisa ikut menyumbang. Caranya sedikit berbeda dengan ketiga game tadi. Penggemar tinggal menekan tombol Save the Children di Word With Friends. Sementara pengumpulan sumbangan di game YoVille dan FishVille segera menyusul.

Untuk tujuan mulia tersebut, Zynga bekerja sama dengan badan amal Save the Children. Hebatnya, kampanye ini bisa terbentuk tak sampai 24 jam.

Pincus menyatakan, 12 jam setelah gempa, Zynga meluncurkan inisiatif mengumpulkan sumbangan di beberapa permainannya yang paling populer. Kampanye ini merupakan kampanye amal terbesar yang pernah digelar Zynga.

Lewat akun Twitter, Pincus berambisi untuk menggalang dana sebesar US$ 2 juta bagi Jepang. Hingga saat ini, setengah dari target donasi, yakni US$ 1 juta sudah terkumpul. Uang tersebut terkumpul dalam waktu kurang dari dua hari, tepatnya 36 jam.

Zynga memang sudah dikenal masyarakat Jepang. Agustus 2010, bersama salah satu perusahaan Jepang, Softbank, Zynga membangun Zynga Japan. Mereka resmi bekerja sama membangun sebuah perusahaan gabungan untuk mengembangkan dan mendistribusikan berbagai game Zynga dalam jejaring sosial untuk masuk ke Jepang. Nilai investasinya mencapai US$ 150 juta.

Zynga Japan pun memperluas jaringan Zynga dalam meraih pengguna secara lebih global, terutama dalam pasar Jepang, negara yang sangat konsumtif dalam penggunaan internet dan aktivitas mobile.

(Selesai)