Market akan dipengaruhi Paket Kebijakan XII



JAKARTA. Pergerakan pasar saham dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen paket kebijakan XII yang dikeluarkan pemerintah dan data pertumbuhan ekonomi di AS.

Lana Soelistianingsih, ekonom Samuel Sekuritas mengatakan, sentimen ekonomi dari domestik yang akan mempengaruh pergerakan pasar datang dari paket kebijakan XII yang dikeluarkan pemerintah kemarin. "Paket kebijakan tersebut menderegulasi iklim usaha terutama dalam kemudahan berbisnis," jelas Lana dalam riset yang diterima kONTAN, jumat (29/4).

Kemudahan berbisnis tersebut fokus pada penyederhanaan perizinan, pemangkasan biaya dan mempercepat proses usaha. Lana bilang, Paket XII ini lebih detail dibanding dengan paket-paket kebijakan lainnya karena memuat target hari penyelesaian usaha dan biaya untuk mendapatkannya.


"Dengan target yang lebih jelas tersebut, diharapkan implementasi di tingkat lapangan menjadi lebih cepat, mengingat seringkala implementasi di tingkat pelaksana terkendala dengan kurang detilnya target," papar Lana.

Dia juga menambahkan, Paket kebijakan XII tersebut diharapkan bisa membuat peringkat kemudahan berushaa di Indonesia membaik dari peringkat yang ada saat ini 109

Sementara, sentimen dari eksternal datang dari perlambatan ekonomi AS. Pertumbuhan ekonomi negeri PAman Sam ini pada kuartal I 2016 terrcatat 0,5% dibanding kuartal sebelumnya. Angka tersebut melambat dibandingkan kuartal IV 2015 sebesar 1,45% dan di bawah kinerja kuartal I 2015 sebesar 0,6%. Lana mengatakan, perlambatan tersebut membuat ekspektasi US dollar semakin melemah, dan bisa membuat harga minyak mentah berlanjut naik.

Hari ini, Lana memperkirakan rupiah berpotensi menguat di kisaran antara Rp 13.150- Rp 13.180 per USD karena faktor ekspektasi perlambatan ekonomi AS di kuartal I 2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie