KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan penurunan pendapatan prapenjualan alias marketing sales sepanjang tahun 2025. Raihan tersebut bahkan tercatat amblas 14% secara tahunan. Melansir dokumen di laman resmi Ciputra Development, CTRA mencatatkan marketing sales Rp 9,5 triliun sepanjang tahun 2025. Raihan itu hanya mencakup 95% dari target marketing sales yang telah direvisi untuk tahun 2025, yaitu Rp 10 triliun. Di awal tahun 2025, CTRA menargetkan raihan marketing sales Rp 11 triliun sepanjang tahun lalu. Namun, CTRA merevisi target pra-penjualan menjadi Rp 10 triliun, turun 9% secara tahunan dari tahun 2024.
Pemangkasan target dilakukan CTRA lantaran realisasi presales mereka hanya Rp 7,6 triliun per kuartal III 2025. Capaian marketing sales CTRA 2025 ini juga tercatat turun 14% year on year (YoY) dari raihan di tahun 2024 yang sebesar Rp 11,01 triliun.
Baca Juga: Ciputra Development (CTRA) Catatkan Marketing Sales Rp 9,5 Triliun Sepanjang 2025 Manajemen CTRA bilang, ada sejumlah rilis produk di tahun 2025 yang terjual sebanyak 2.045 unit dengan total kontribusi Rp 3,8 triliun ke marketing sales tahun lalu. Paling besar berasal dari proyek CitraGarden Bintaro - Calamus Cluster yang terjual 267 unit dengan nilai marketing sales Rp 521 miliar. Lalu, proyek CitraGarden Serpong - Gavius garden House Cluster yang terjual 253 unit senilai Rp 409 miliar, proyek CitraGarden City Jakarta - Malta Cluster Phase 1 yang terjual 87 unit senilai Rp 318 miliar. Dari raihan marketing sales 2025, sebesar Rp 6,27 triliun merupakan penjualan reguler. “Sisanya, Rp 2,70 triliun berasal dari produk yang ikut serta dalam program insentif PPN DTP 100%,” kata manajemen CTRA dalam dokumen tersebut. Secara lokasi, produk di wilayah Jabodetabek menyumbang sekitar 48% ke marketing sales 2025. Lalu, Surabaya dan sekitarnya 23%, Sumatra 10%, wilayah Jawa lainnya 9%, Sulawesi 8%, dan lain-lain 3%. Secara produk, segmen rumah tapak menyumbang 85% ke marketing sales 2025. Lalu, segmen ruko 10%, apartemen 3%, dan kantor 2%. Equity Analyst OCBC Sekuritas Gani melihat, permintaan untuk produk CTRA secara umum masih lemah sepanjang tahun 2025.
Baca Juga: Rekomendasi Saham Ciputra (CTRA) Saat Hasil Marketing Sales Turun 19% Alhasil, laporan keuangan Ciputra sepanjang 2025 trennya kemungkinan akan mirip dengan hasil di kuartal III 2025. “Yaitu, pendapatannya stabil, dengan laba bersih sedikit naik secara tahunan,” katanya kepada Kontan, Jumat (13/2/2026). Sebagai pengingat, laba bersih CTRA tercatat Rp1,62 triliun pada kuartal III 2025, meningkat 26,99% dibandingkan periode sama tahun lalu. Penjualan CTRA sebesar Rp8,39 triliun per September 2025, naik 17,91% year on year (YoY). Pada tahun 2026, Gani melihat, kinerja marketing sales CTRA diperkirakan bisa lebih baik dari capaian di tahun 2025. “Hal itu didorong dari perbaikan daya beli, likuiditas, dan makroekonomi secara umum, proyeksi pemotongan suku bunga, serta perpanjangan insentif PPN DTP sampai tahun 2027,” ungkapnya. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menambahkan, gagalnya CTRA menyentuh target revisian membuat emiten cukup tertinggal dibandingkan peers.
Baca Juga: Saham CTRA Lompat 7% dan Ada di Posisi Puncak Top Gainers LQ45, Intip Kinerjanya Sebut saja, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang berhasil mencapai, bahkan melampaui target marketing sales di tahun lalu. “Implementasi dari strategi bisnis CTRA harus bisa dijalankan dengan lebih baik. Salah satunya dengan pembangunan properti di lokasi strategis,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (13/2/2026). Untuk menopang kinerja keuangannya, CTRA juga dinilai harus mampu memperkuat raihan pendapatan berulang alias recurring income. Melansir RTI, saham CTRA hari ini ditutup di Rp 830 per saham. Ini tercatat turun 11,70% dalam sebulan terakhir dan stagnan secara year to date (YTD). Valuasi saham CTRA pun dinilai Gani masih menarik saat ini. “Ada sekitar 75% diskon terhadap RNAV, dengan level price to earning ratio (PER) 6,2x dan price to book value (PBV) 0,5x,” katanya. Gani pun merekomendasikan beli untuk CTRA dengan target harga Rp 1.035 per saham. Sementara, Nafan masih merekomendasikan wait and see untuk CTRA.
Baca Juga: Pemangkasan Suku Bunga BI jadi Katalis Positif, Ini Rekomendasi Saham Ciputra (CTRA) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News