Marketing sales diramal naik, ini rekomendasi untuk saham Summarecon Agung (SMRA)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengawali tahun 2019 dengan cukup meyakinkan berkat hasil positif dari pendapatan pra penjualan atau marketing sales. Para analis pun memperkirakan, nilai marketing sales dari emiten anggota indeks Kompas100 ini, diprediksi akan tumbuh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam riset 1 April 2019, Analis Indo Premier Sekuritas Joey Faustian menyebut, nilai marketing sales yang dibukukan SMRA mencapai Rp 685 miliar per Februari lalu. Jumlah ini cukup solid lantaran sudah memenuhi 17% dari target marketing sales yang ditetapkan oleh perusahaan yang sebesar Rp 4 triliun pada tahun ini.

Moncernya pertumbuhan marketing sales SMRA di awal tahun cukup dipengaruhi oleh kesuksesan peluncuran kluster Martinez berjumlah 250 unit yang berlokasi di Serpong. Dari kluster tersebut, perusahaan mampu mengantongi dana sekitar Rp 230 miliar.


“Berkat peluncuran produk yang sukses, kami percaya marketing sales SMRA akan mencapai 25% dari target perusahaan di tahun ini,” jelas dia.

Analis Maybank Kim Eng Sekuritas Aurellia Setiabudi menyampaikan, ada kemungkinan target marketing sales senilai Rp 4 triliun yang dicanangkan SMRA akan tercapai mengingat tren yang cukup solid sejauh ini.

Bahkan, ia memproyeksikan nilai marketing sales yang diraih SMRA bisa mencapai Rp 4,15 triliun pada akhir tahun nanti. Selain melampaui target perusahaan, angka tersebut jelas melebihi perolehan marketing sales SMRA di tahun 2018 lalu yang tercatat sebesar Rp 3,39 triliun. Di mana jumlah ini turun 4,77% dibandingkan raihan tahun sebelumnya.

Menurut Aurellia, proyeksi marketing sales sebesar Rp 4,158 triliun cukup rasional untuk digapai SMRA pada tahun ini. Sebab, perusahaan sudah meluncurkan sejumlah proyek baru sejak bulan Februari tahun ini.

“Sudah ada tiga proyek baru yang diluncurkan SMRA sampai bulan April 2019, padahal tahun lalu hanya ada satu proyek baru di kuartal pertama,” ungkapnya, Selasa (2/4).

Selain itu, keberlangsungan pemilihan umum (pemilu) juga tidak terlalu mempengaruhi SMRA. Pasalnya, emiten ini sudah menitikberatkan penjualan properti untuk pembeli non-investor atau pengguna akhir (end-user).

Di sisi lain, analis BCA Sekuritas Indra Taurean memprediksi, nilai marketing sales SMRA di tahun ini akan mentok di level Rp 3,91 triliun. Kendati begitu, jumlah ini sudah lebih baik bila dibandingkan dengan realisasi marketing sales pada tahun sebelumnya.

Ia menambahkan, SMRA akan meluncurkan dua proyek dalam waktu dekat. Di antaranya adalah Srimaya Residence di Bekasi dan kluster tambahan untuk Summarecon Bandung. Tarif properti yang berasal dari kedua proyek ini ditetapkan mulai dari Rp 400 miliar sampai Rp 1 miliar per unit.

Proyek-proyek yang disebut tadi diperkirakan akan menjadi pendorong untuk kinerja marketing sales SMRA sepanjang kuartal kedua. “Manajemen SMRA juga berencana lebih fokus pada penjualan rumah ketimbang gedung-gedung tinggi seiring perubahan permintaan,” ungkap Indra dalam riset 22 Maret 2019.

Indra pun menyarankan beli saham SMRA dengan target Rp 1.100 per saham. Senada, Joey juga merekomendasikan beli saham SMRA dengan target Rp 1.100 per saham. Adapun Aurellia memberi rekomendasi hold saham SMRA dengan target Rp 1.200 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi