Marketplace horizontal dinilai masih mencatatkan peningkatan transaksi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transaksi e-commerce masih bertumbuh pada semester I-2020.

Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) Ignatius Untung mengakui secara detil pihaknya tak memiliki data pasti tiap pemain e-commerce. "Kalau berdasarkan laporan yang saya dapat, empat pemain terbesar masih naik, bahkan ada yang naiknya mencapai 100%," ujarnya kepada kontan.co.id, Minggu (30/8).

Ia menuturkan untuk trennya di tahun ini trennya terbagi bahwa ada yang mengalami pertumbuhan dan penurunan. Untung mencontohkan seperti Traveloka dan Tiket.com keduanya otomatis mengalami penurunan mengingat pembatasan perjalanan. "Kalau untuk marketplace horizontal seperti Tokopedia, Lazada, Blibli, dan Bukalapak, itu tetap naik," sebutnya.


Padahal, menurut data yang diterima Kontan.co.id dari Bank Indonesia (BI), nilai transaksi 4 marketplace dalam periode Januari 2020 - Juli 2020, rata-rata hanya naik Rp 470 miliar per bulan. Sedangkan di periode yang sama tahun lalu, rata-rata kenaikan per bulan mencapai Rp 1,04 triliun.

Baca Juga: Sepanjang semester I-2020, Bukalapak catatkan kenaikan transaksi 25%

Pun dengan rata-rata peningkatan nilai transaksi 14 marketplace terbesar di Indonesia. Pada periode Januari 2020 - Jui 2020, rata-rata peningkatan nilai transaksi per bulannya hanya Rp 380 miliar. Sementara pada Januari 2019 - Juli 2019, rata-rata peningkatan per bulannya mencapai Rp 1,38 triliun.

Sementara itu, untuk tren hingga tutup tahun ia bilang marketplace horizontal akan tetap naik atau setidaknya tidak turun. Menurutnya, hal tersebut mengingat masyarakat semakin mengandalkan teknologi di tengah PSBB ini.

Kemudian, untuk travel Untung bilang sudah mulai ada pergerakan satu bulan terakhir. Pihaknya memproyeksikan pada akhir tahun nanti permintaan travel akan meningkat. "Sebab ada pergeseran libur Lebaran ke akhir tahun, selain itu masyarakat mungkin juga sudah lelah di rumah sehingga libur Natal dan akhir tahun bisa naik," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .