Martina Berto (MBTO) Balik Untung pada Kuartal I-2026, Laba Capai Rp 8,62 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Martina Berto Tbk (MBTO) berhasil membalikkan kinerja keuangan pada kuartal I-2026 dengan mencatatkan laba, setelah sebelumnya merugi pada periode yang sama tahun lalu.

Mengutip laporan keuangan pada Senin (4/5/2026), penjualan neto MBTO meningkat 23,92% menjadi Rp 113,06 miliar dari Rp 91,24 miliar pada kuartal I-2025. Kenaikan ini mencerminkan pemulihan permintaan serta strategi penjualan yang lebih efektif di berbagai segmen produk.


Secara rinci, penjualan didominasi oleh produk kosmetik sebesar Rp 51,95 miliar. Sementara itu, segmen jamu menyumbang Rp 424,65 juta dan penjualan lain-lain sebesar Rp 74,82 miliar.

Adapun total penjualan tersebut dikurangi diskon penjualan Rp 14,08 miliar dan retur penjualan Rp 55,31 juta, sehingga menghasilkan nilai penjualan bersih yang tercatat dalam laporan keuangan.

Baca Juga: Martina Berto (MBTO) Optimistis Industri Kosmetika Tumbuh Hingga 8% pada 2026

Sejalan dengan kenaikan penjualan, beban pokok penjualan juga meningkat 19,19% menjadi Rp 68,06 miliar dari Rp 57,10 miliar. Meski demikian, pertumbuhan beban ini masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penjualan.

Hal tersebut mendorong laba bruto MBTO tumbuh lebih tinggi, yakni sebesar 31,82% menjadi Rp 44,99 miliar, dibandingkan Rp 34,13 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan margin ini menunjukkan efisiensi operasional yang mulai membaik.

Dari sisi operasional, beban penjualan dan pemasaran tercatat meningkat 49,51% menjadi Rp 26 miliar dari Rp 17,39 miliar. Kenaikan ini mengindikasikan upaya agresif perusahaan dalam memperkuat distribusi dan promosi produk di pasar.

 
MBTO Chart by TradingView

Sementara itu, beban umum dan administrasi justru turun 11,82% menjadi Rp 16,12 miliar dari Rp 18,28 miliar, yang turut membantu menjaga keseimbangan biaya operasional.

Pada akhirnya, MBTO membukukan laba neto yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 8,62 miliar. Capaian ini berbalik dari kerugian Rp 5,91 miliar pada kuartal I-2025, menandai pemulihan kinerja yang signifikan di awal tahun 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News