Martina Berto pilih renovasi gerai ketimbang tambah ritel baru



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Martina Berto Tbk (MBTO) menganggarkan capital expenditure (capex) alias belanja modal senilai Rp 32 miliar di tahun ini. Capex tahun ini lebih besar dari tahun lalu dimana pada  2018 alokasi belanja modal MBTO sebesar Rp 16 miliar.

Capex rencananya akan digunakan untuk pemeliharaan dan penambahan peralatan kantor, seperti mesin-mesin, kendaraan operasional sales marketing dan keperluan back office lainnya. Muhammad Shabri Hasan, Sekretaris Perusahaan MBTO bilang saat ini penggunaannya sudah mencapai 70% dari anggaran awal.

Baca Juga: Martina Berto (MBTO) bidik segmen kosmetik dengan harga terjangkau


Selain itu, rencana di awal perusahaan akan menambah dua gerai toko Martha Tilaar di Pulau Jawa, yang mana nilai investasi untuk membangun satu gerai toko sekitar Rp 1 miliar. Mengenai rencana tersebut, manajemen menunda terlebih dahulu mengingat kondisi pasar belum terlalu memungkinkan.

"Untuk penambahan gerai baru yang punya MBTO masih melihat kemungkinan dulu. Namun kita banyak melakukan renovasi atas gerai-gerai yang ada," terangnya Shabri kepada Kontan.co.id, Rabu (25/9). Saat ini MBTO diketahui memiliki 29 unit gerai Martha Tilaar yang menyajikan konsep produk premium.

Perusahaan cenderung hati-hati, mengingat distribusi MBTO ke gerai non perusahaan alias gerai umum lainnya mengalami penurunan. Menurut catatan di laporan keuangan 2018, gerai yang aktif melakukan pembelian ulang kepada perseroan turun dari 12.742 gerai pada tahun 2017 menjadi 11.108 gerai di 2018.

Adapun antara pasar tradisional dan modern, jumlah porsi penjualan produk MBTO cukup berimbang di kedua segmen. Sampai semester-I 2018 penjualan kosmetik mendominasi bisnis perseroan dengan perolehan penjualan kotor Rp 276,73 miliar.

Baca Juga: Kinerja Saham Emiten Kosmetik Kurang Ciamik

Jumlah tersebut sejatinya menurun 13,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 318,86 miliar. Hal yang sama juga terjadi pada penjualan kotor produk jamu yang mengalami penurunan 17,4% dari Rp 2,12 miliar di semester-I 2018 menjadi Rp 1,75 miliar di semester-I 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Azis Husaini