KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
Dinamika transaksi kartu debit KB Bank sepanjang 2025 mengalami dinamika seiring pergeseran perilaku nasabah ke kanal pembayaran digital. Bank Indonesia (BI) mencatat, volume transaksi digital mencapai 4,66 miliar atau tumbuh 41,12% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada November 2025. Sejalan dengan itu, volume transaksi mobile dan internet banking masing-masing tumbuh 15,91% yoy dan 16,11% yoy, termasuk transaksi QRIS yang tumbuh 143,64% yoy. Di tengah perkembangan masif transaksi digital, Direktur Utama KB Bank Kunardy Lie mengatakan secara umum transaksi kartu debit pada 2025 menunjukkan pola fluktuatif dengan rata-rata sedikit menurun dibandingkan 2024.
Baca Juga: KB Bank Perkuat Hubungan Investasi Indonesia–Korea Lewat Forum Bisnis Meski demikian, kartu debit masih menjadi instrumen utama nasabah dalam mengakses dana. “Pergeseran ini sejalan dengan tren industri sistem pembayaran, di mana nasabah semakin banyak beralih ke transaksi digital. Namun, hal tersebut tidak menghilangkan peran kartu debit,” ujar Kunardy kepada Kontan, Kamis (15/1/2026). Menurut Kunardy, tren tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya adopsi transaksi
cashless, khususnya melalui QRIS dan dompet digital. Ekspansi merchant QRIS yang masif, termasuk di segmen UMKM dan ritel kecil, serta berbagai insentif berupa promo dan
cashback dari penyedia e-wallet turut menekan penggunaan kartu debit untuk transaksi belanja. Meski demikian, ia menegaskan bahwa transaksi transfer yang menggunakan kartu debit masih menunjukkan pertumbuhan yang solid. Hal ini mencerminkan bahwa kartu debit tetap memiliki fungsi penting sebagai instrumen transaksi yang praktis dan aman untuk kebutuhan harian nasabah. “Transaksi transfer melalui kartu debit tetap tumbuh, sehingga perannya masih relevan di tengah perubahan ekosistem pembayaran,” kata Kunardy.
Baca Juga: Inovasi Kartu Debit, CIMB Niaga Targetkan Lonjakan Transaksi 50% Ke depan, KB Bank menilai transaksi kartu debit tidak sepenuhnya akan tergerus oleh transaksi digital. Menurut Kunardy, pergeseran ke QRIS,
e-wallet, dan
mobile banking lebih mencerminkan perubahan kanal transaksi bernilai kecil, bukan penurunan relevansi kartu debit secara keseluruhan. “Kartu debit tetap dibutuhkan untuk transaksi transfer, pembayaran dengan nominal besar, serta kebutuhan tarik tunai tertentu. Kami melihat kartu debit akan terus bertransformasi dan beradaptasi,” ujarnya. Sejalan dengan itu, KB Bank membidik kinerja transaksi kartu debit yang berkelanjutan dan berkualitas, dengan fokus pada transaksi bernilai tambah dan kebutuhan riil nasabah. Untuk mendukung strategi tersebut, KB Bank juga menghadirkan fitur permintaan kartu debit melalui aplikasi digital sebagai alternatif kanal transaksi bagi nasabah.
Kunardy menambahkan, kinerja transaksi kartu debit ke depan akan dipengaruhi oleh sejumlah katalis, antara lain peningkatan adopsi transaksi non-tunai secara nasional, perluasan ekosistem pembayaran digital, integrasi kartu debit dengan layanan perbankan digital KB Bank, serta strategi akuisisi dan aktivasi nasabah yang lebih terarah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News