KONTAN.CO.ID - JAKARTA. World Economic Forum (WEF) mencatat, hingga tahun 2030, kompetensi kunci di dunia kerja mencakup analytical thinking, resilience, creative thinking, technology literacy, serta kemampuan mengelola kecerdasan buatan (AI) dan big data. Percepatan adopsi kecerdasan buatan secara global kian mengubah lanskap dunia kerja dan menuntut peran sumber daya manusia (SDM) yang lebih strategis. Managing Director Elsa Speak, Yasser Muhammad Syaiful menyoroti kesenjangan antara tingginya paparan AI dan kesiapan organisasi di Indonesia. Ia mengungkapkan, sekitar 93% profesional di Indonesia telah terekspos AI. Namun kesiapan organisasi masih tertinggal, terutama dari sisi kualitas data, pengembangan kapabilitas, dan kesiapan pola pikir karyawan.
Masa Depan Kerja Berubah Drastis, Simak Skill Baru yang Banyak Dicari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. World Economic Forum (WEF) mencatat, hingga tahun 2030, kompetensi kunci di dunia kerja mencakup analytical thinking, resilience, creative thinking, technology literacy, serta kemampuan mengelola kecerdasan buatan (AI) dan big data. Percepatan adopsi kecerdasan buatan secara global kian mengubah lanskap dunia kerja dan menuntut peran sumber daya manusia (SDM) yang lebih strategis. Managing Director Elsa Speak, Yasser Muhammad Syaiful menyoroti kesenjangan antara tingginya paparan AI dan kesiapan organisasi di Indonesia. Ia mengungkapkan, sekitar 93% profesional di Indonesia telah terekspos AI. Namun kesiapan organisasi masih tertinggal, terutama dari sisi kualitas data, pengembangan kapabilitas, dan kesiapan pola pikir karyawan.