DENPASAR. Pertamina Region III menyangkal kalau seretnya pasokan Solar ke Pelabuhan Benoa lantaran terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di daerah Bali dan sekitarnya. Pasokan Solar seret lantaran ada masalah administrasi yang tak dipenuhi para nelayan. Manager Fuel Industrial and Marine Marketing Pertamina Region III Wedi Kamaludin menegaskan, pasokan bahan bakar untuk daerah Bali dan sekitarnya berasal dari dua depot yaitu di Sanggaran dan Manggis. Sampai kemarin, stok BBM di depot Manggis ada 8.000 kiloliter Premium dan 14.900 kiloliter Solar. Di depot Sanggaran, stok Premium ada 1.545 kiloliter dan Solar sebanyak 2.070 kiloliter. Biasanya, pasokan BBM ke kapal penangkap ikan di Benoa dari depot Sanggaran. Dalam sehari, depot itu memasok BBM subsidi dan non subsidi sebanyak 300 kiloliter. "Jadi, yang terjadi bukan kelangkaan BBM," ujar Wedi.
Masalah Administrasi Jadi Biang Kerok Kelangkaan Solar di Bali
DENPASAR. Pertamina Region III menyangkal kalau seretnya pasokan Solar ke Pelabuhan Benoa lantaran terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di daerah Bali dan sekitarnya. Pasokan Solar seret lantaran ada masalah administrasi yang tak dipenuhi para nelayan. Manager Fuel Industrial and Marine Marketing Pertamina Region III Wedi Kamaludin menegaskan, pasokan bahan bakar untuk daerah Bali dan sekitarnya berasal dari dua depot yaitu di Sanggaran dan Manggis. Sampai kemarin, stok BBM di depot Manggis ada 8.000 kiloliter Premium dan 14.900 kiloliter Solar. Di depot Sanggaran, stok Premium ada 1.545 kiloliter dan Solar sebanyak 2.070 kiloliter. Biasanya, pasokan BBM ke kapal penangkap ikan di Benoa dari depot Sanggaran. Dalam sehari, depot itu memasok BBM subsidi dan non subsidi sebanyak 300 kiloliter. "Jadi, yang terjadi bukan kelangkaan BBM," ujar Wedi.