Masih Bullish, Begini Proyeksi Harga Tembaga di Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga tembaga masih berpeluang melanjutkan penguatan hingga akhir tahun. Namun, kenaikan yang telah membawa harga ke level tinggi membuat investor perlu lebih selektif dalam mengambil posisi.

Berdasarkan data Bloomberg, harga tembaga pada 7 September 2026 berada di US$ 14.509 per ton, naik 0,65% secara harian. Harga sempat menyentuh US$ 14.617 per ton, sekaligus menjadi rekor tertinggi.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, tren penguatan harga tembaga masih terbuka hingga akhir tahun. Meski begitu, kenaikan yang cukup tajam membuat pergerakan harga berpotensi lebih volatil.


"Tren bullish harga tembaga masih berpeluang berlanjut hingga akhir tahun, tapi setelah kenaikan yang cukup tajam, risiko profit taking. Karena itu, meskipun outlook masih bullish, volatilitas diperkirakan tetap tinggi," ujar Lukman kepada Kontan, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Harga Tembaga Tembus Rekor, Supply Ketat dan AI Jadi Penopang

Kenaikan harga yang cukup tinggi juga membuat ruang masuk bagi investor menjadi lebih terbatas. Lukman mengatakan, peluang di komoditas ini masih ada, tetapi investor perlu mencermati momentum masuk agar tidak membeli ketika harga sedang menguat terlalu tinggi.

"Investor sebaiknya tidak mengejar harga pada level tinggi saat ini, melainkan mempertimbangkan strategi buy on weakness atau akumulasi bertahap saat terjadi koreksi," kata Lukman.

Dari sisi permintaan, prospek tembaga masih ditopang oleh kebutuhan AI, data center, pembangkit listrik, elektrifikasi, dan energi terbarukan.

Selain itu, gangguan pasokan tambang, stimulus China, dan pelemahan dolar AS juga dapat memberikan sentimen positif terhadap harga tembaga.

Sebaliknya, perlambatan ekonomi China dan global, penguatan dolar AS, serta peningkatan pasokan menjadi risiko yang dapat menekan harga. Aksi ambil untung juga berpotensi terjadi setelah harga mencatat kenaikan yang cukup tinggi.

Untuk jangka panjang, Lukman melihat sektor pertambangan tembaga serta perusahaan yang berkaitan dengan infrastruktur listrik dan data center masih menarik diperhatikan.

Hingga akhir 2026, Lukman memperkirakan harga tembaga berada di kisaran US$ 14.000-US$ 15.500 per ton, dengan target sekitar US$ 15.000 per ton.

Dalam skenario bullish, harga tembaga berpeluang mencapai US$ 16.000-US$ 17.000 per ton jika pasokan semakin ketat dan permintaan dari China serta sektor AI dan data center terus menguat.

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Menguat 0,05% ke Rp 17.632 per Dolar AS pada Selasa (8/9/2026)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News