Masih melihat kondisi pasar, BRI Agro tahan kenaikan bunga kredit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) masih menahan suku bunga kredit, kendati Bank Indonesia sudah menaikkan suku bunga acuan (BI 7 day reverse repo rate) 125 basis poin dalam beberapa bulan terakhir. Namun untuk bunga deposito sudah disesuaikan sejak pertengahan Agustus 2018. Adapun kenaikan bunga deposito sebesar 25 bps-50 bps sejak awal tahun.

Direktur Pengendalian Risiko Kredit dan Pendanaan Ebenezer Girsang mengatakan langkah BRI Agro menahan suku bunga kredit lantaran bank tidak mau menaikkan beban nasabah. Suku bunga dasar kredit BRI Agro per Juni 2018 berada di posisi 11,33% untuk kredit korporasi dan ritel.

"Bunga kredit belum naik, masih lihat kondisi pasar. Kami harus mengantisipasi agar performa nasabah tetap oke. Kami juga memiliki kepentingan terhadap laba bank. Idealnya bila simpanan naik, kredit juga, namun kami tidak," ujar Ebenezer, Selasa (28/7) di Jakarta.


Agar laba tetap terjaga, BRI Agro akan melakukan efisiensi. Ia menyatakan pada Juni 2018 laba Bank bersandi saham AGRO ini tumbuh 106,65% secara tahunan menjadi Rp 130,93 miliar. Sedangkan net interest margin (NIM) berada di posisi 3,55%. Target NIM hingga akhir tahun berada di kisaran 3,5%.

Guna meningkatkan NIM, Agro akan tingkatkan rasio dana murah atau CASA dan menggenjot kredit konsumer yang memiliki imbal hasil yang lebih besar.

Hingga akhir tahun BRI Agro ingin mencapai CASA di posisi 20%. Sedangkan per Juni 2018 berada di 14,46%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi