Masih Rugi Rp 11,58 Triliun, Simak Rincian Kinerja Keuangan GoTo



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk memulai penawaran saham perdana ke publik. Dalam prospektus awal initial public offering (IPO), GOTO memiliki total aset Rp 158,17  triliun per akhir September 2021.  

Dalam laporan keuangan per 30 September 2021, nilai rugi bersih GoTo mencapai Rp 11,58 triliun. Nilai kerugian itu naik dari periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 10,43 triliun. 

Sehingga, rugi per saham GoTo mencapai Rp 197 per saham pada September 2021, dibandingkan Rp 365 per saham pada periode yang sama tahun 2020.  Sepanjang tahun 2020, GoTo masih merugi Rp 14,20 triliun. 


Baca Juga: IPO GoTo, Ini Rincian Penggunaan Dananya

"Tapi kami tetap menjaga tingkat pertumbuhan nilai transaksi bruto (GDV) positif, yang terlihat dari adjusted EBITDA yang semakin membaik," ujar CEO GoTo Andre Sulistyo dalam acara Due Diligence Meeting & Public Expose GoTo, di Jakarta, Selasa (15/3). 

Sementara itu, pendapatan GoTo per September 2021 mencapai Rp 3,40 triliun, naik dari tahun 2020 sebesar Rp 2,34 triliun. 

Baca Juga: Akhir Tahun 2023, GoTo Juga Berencana Listing di Bursa Luar Negeri

Dalam IPO ini, GoTo akan melepas sebanyak-banyaknya 52 miliar saham seri A yang seluruhnya merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel. Jumlah tersebut setara 4,35% saham.

GoTo mematok harga saham perdana di kisaran Rp 316-Rp 346 per saham. Nilai nominal saham ini dipatok Rp 1. Dus, dari penawaran saham perdana ini GoTo berpeluang meraup dana jumbo hingga Rp 17,99 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Narita Indrastiti