Masuk daftar net sell asing, saham-saham ini memulai era profit taking



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kendati posisi indeks harga saham gabungan (IHSG) yang masih tercatat net buy asing sebesar Rp 11,76 triliun, beberapa saham tercatat masih jadi sasaran asing untuk melakukan aksi jual.

Merujuk data RTI, saham-saham yang mencatatkan nett sell asing terbesar secara year to date adalah PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Japfa Tbk (JPFA), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT XL Axaiata Tbk (EXCL) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Bahkan tercatat net sell asing SMCB mencapai Rp 12,94 trilin, jauh diatas TOWR yang hanya Rp 1,12 triliun dan BMRI Rp 741,72 miliar. Untuk JPFA dan UNTR mencatat net sell masing-masing sebesar Rp 723,85 miliar dan Rp 609,49 miliar.


Menanggapi kondisi ini, Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, asing melakukan net sell wajar ini mengingat harga sudah mengalami peningkatan cukup signifikan seperti SMCB & TOWR.

Menurutnya, selain faktor profit taking ada juga saham yang mencatatkan kinerja yang kurang baik atau menurut asing saham tersebut sudah dinilai mahal.

“Untuk menyikapi kita bisa ikuti pergerakan asing seperti apa. Dari daftar di atas masih ada saham yg kembali di akumulasi asing seperti INKP, UNTR, CPIN, CTRA, MNCN, BBNI. Kemudian dari teknikal juga bisa di akumulasi kembali,” ujar Sukarno kepada Kontan.co.id, Rabu (27/2).

Sukarno menambahkan salah satu faktor net sell asing ini dari momentum rilis kinerja tahunan, namun tidak semuanya karena memang asing sudah akumulasi sejak di harga bawah jadi wajar mereka ambil profit taking.

“Memanfaatkan berita bagus agar bisa keluar. Karena biasanya asing kontrarian sama domestik,” ujar Sukarno.

Pihaknya masih merekomendasikan beberapa saham untuk dimasuki dengan catatan memiliki faktor fundamental yang kuat. Adapun beberapa saham yang direkomendasikan adalah UNTR dengan target harga Rp 30.075 per saham, CTRA dengan target Rp 1.000 per saham dan MNCN Rp 1.085 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi