Masuk ke Bisnis Tambang Nikel, Hotel Fitra (FITT) Bakal Jual Aset Hotel



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) bakal melakukan transformasi bisnis melalui rencana penjualan aset hotelnya di kawasan Majalengka, Jawa Barat, dan beralih ke industri jasa pertambangan nikel.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), FITT berencana menjual sebanyak 549.999 saham (99,99%) atas kepemilikannya di PT Bumi Majalengka Permai (BMP) kepada PT Berkarya Bersama Servindo (BSS).

BMP sendiri mengelola dan mengoperasikan hotel dengan nama Fitra Hotel Majalengka yang berlokasi di Jl. KH Abdul Halim No. 88 Majalengka, Jawa Barat.


Selain itu, FITT juga akan menjual 502.299 saham (99,96%) atas kepemilikannya di PT Fitra Amanah Wisata (FAW) kepada PT Pratama Global Servindo (PGS).

Baca Juga: Hotel Fitra (FITT) Siap Masuk ke Sektor Pertambangan dalam Jangka Menengah

FAW merupakan perusahaan yang mengelola aset bangunan Kertajati Umroh Park, di mana saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Kedua rencana penjualan saham tersebut telah ditandantangani oleh FITT pada 19 Mei 2026. Harga penjualan saham BMP ditetapkan sebesar Rp 21.899.114.000, sedangkan saham FAW dijual dengan harga Rp 46.014.553.000.

Alhasil, total nilai divestasi saham kedua perusahaan tersebut mencapai Rp 61.913.667.000.

Manajemen FITT menjelaskan bahwa rencana divestasi seluruh saham perusahaan di BMP dan FAW dilakukan dengan pertimbangan perlunya penyesuaian struktur grup perusahaan agar sejalan dengan strategi pengembangan usaha ke depan.

Selain itu, divestasi akan meningkatkan fokus perusahaan pada kegiatan usaha utama sesuai dengan rencana perubahan kegiatan usaha utama perusahaan sebagai perusahaan holding.

"Divestasi juga dilakukan untuk optimalisasi alokasi sumber daya perusahaan, baik dari sisi investasi maupun perhatian manajemen agar dapat dimanfaatkan secara lebih efektif dan efisien," ungkap Manajemen FITT dalam keterbukaan informasi, Jumat (19/6/2026).

Baca Juga: Emiten Hotel dan Resor Bersiap Tuai Berkah Selama Libur Lebaran 2026

Setelah divestasi ini tuntas, FITT akan menggunakan dana hasil penjualan saham BMP dan FAW untuk mendukung transformasi bisnis perusahaan.

Dalam hal ini, dana sebesar Rp 46.500.000.000 akan digunakan oleh FITT untuk mengakuisisi 50% saham perusahaan jasa kontraktor tambang nikel bernama PT Venturi Tambang Perkasa (VTP) dari PT Sheng Yue Hengli.

Sementara itu, sisa dana sebesar Rp 21.437.667.000 akan digunakan FITT untuk membayar utang perusahaan guna memperbaiki struktur permodalan dan posisi keuangan perusahaan.

Dengan demikian, divestasi ini tidak hanya bermuara pada jalan keluar FITT dari bisnis perhotelan, melainkan juga awal dari perubahan arah bisnis FITT menuju sektor pertambangan nikel. Pihak FITT memastikan bahwa transaksi ini bukan termasuk transaksi afiliasi ataupun mengandung benturan kepentingan, mengingat pembeli saham tidak memiliki hubungan kepemilikan, pengendalian, maupun hubungan keluarga dengan pengurus atau pengendali emiten tersebut.

Baca Juga: Prima Multi (PMUI) Dirikan Anak Usaha Fokus di Bisnis Hotel dan Restoran

Untuk memuluskan rencana ini, FITT akan meminta restu dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 26 Juni 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News