KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hero Global Investment Tbk (
HGII) mencatatkan perbaikan kinerja pada kuartal I 2026, ditopang kenaikan laba yang signifikan secara kuartalan. HGII membukukan pendapatan sebesar Rp 17,96 miliar, naik 6,3% dibandingkan kuartal IV-2025. Sejalan dengan itu, laba kotor meningkat 5,8% menjadi Rp 14,01 miliar, dengan margin kotor tetap tinggi di level 78%. Dari sisi profitabilitas, laba sebelum pajak tercatat Rp 7,02 miliar atau naik 44,5% secara kuartalan. Sementara itu, laba bersih mencapai Rp 5,83 miliar, tumbuh 55,5% secara kuartalan, dengan margin laba bersih meningkat dari 22,2% menjadi 32,5%.
“Peningkatan kinerja secara kuartalan ini mencerminkan perbaikan operasional dan efektivitas strategi yang telah dijalankan Perseroan. Kami melihat tren positif ini sebagai indikasi pemulihan kinerja yang berkelanjutan,” ujar Direktur Utama HGII, Robin Sunyoto dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).
Baca Juga: KAI Tutup 2.220 Perlintasan Liar, Risiko Masih Tersisa di 1.089 Titik Namun secara tahunan, kinerja HGII masih mengalami tekanan. Pendapatan tercatat turun dari Rp 20,81 miliar pada kuartal I-2025 menjadi Rp 17,96 miliar, sementara laba bersih turun dari Rp 6,88 miliar menjadi Rp 5,83 miliar. Penurunan ini dipicu oleh lebih rendahnya produksi listrik pada Maret 2026, yang disebut bersifat sementara dan tidak mencerminkan perubahan fundamental bisnis. Memasuki kuartal II 2026, perseroan melihat adanya indikasi perbaikan produksi seiring normalisasi operasional pembangkit. Di sisi prospek, HGII menilai peluang sektor energi baru terbarukan (EBT) semakin terbuka, terutama dengan rencana pembangunan jaringan listrik hijau oleh PT Perusahaan Listrik Negara yang menghubungkan Sumatra dan Jawa.
“Kami menyambut baik rencana pengembangan jaringan listrik hijau yang menghubungkan Sumatra dan Jawa, karena infrastruktur ini akan menjadi kunci dalam menjembatani potensi pasokan energi terbarukan dengan pusat permintaan listrik nasional. Dengan adanya interkoneksi tersebut, supply dan
demand dapat bertemu secara lebih efisien, sehingga membuka peluang peningkatan utilisasi pembangkit,” tambah Robin. Dengan tren pemulihan operasional dan dukungan pengembangan infrastruktur listrik hijau, HGII optimistis kinerja ke depan akan lebih stabil, seiring meningkatnya kebutuhan energi berbasis terbarukan di dalam negeri. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News