Masuki Fase Baru Adopsi AI, AXIO Optimistis Jaga Pertumbuhan Bisnis pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO) melihat prospek kinerja tahun ini dengan sikap optimis. Manajemen menilai pasar Indonesia telah memasuki fase baru, di mana penggunaan AI tidak lagi sebatas wacana, melainkan mulai diimplementasikan secara nyata melalui perangkat komputasi personal. 

Corporate Secretary AXIO Luhur Budiman menyampaikan bahwa perseroan memandang 2026 sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi bisnis, khususnya di segmen perangkat berbasis AI.

Perseroan berencana meluncurkan sejumlah produk baru terkait teknologi AI di tahun ini, yang disebut akan menjadi terobosan besar bagi industri laptop tanah air. 


“Menatap tahun 2026, AXIO melihat sebuah paradigma baru di mana pasar AI di Indonesia sudah jauh lebih matang dan siap untuk mengadopsi teknologi localhost AI,” ungkap Luhur, kepada Kontan.co.id, pada Kamis (29/1). 

Baca Juga: Indonesian Paradise Property (INPP) Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 5%-10% pada 2026

Optimisme tersebut juga ditopang oleh kesiapan infrastruktur layanan purna jual yang terus diperkuat perusahaan. Hingga saat ini, AXIO telah mengoperasikan 184 pusat layanan di berbagai wilayah Indonesia.

Dari sisi target kinerja, tahun 2026 diproyeksikan menjadi kelanjutan dari momentum pertumbuhan agresif yang telah dibangun sejak 2025. Sebelumnya, pada 2025 perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp1,68 triliun dengan laba bersih Rp90 miliar, yang mencerminkan pertumbuhan pendapatan sekitar 35%.

Dengan fondasi tersebut, manajemen memproyeksikan kinerja 2026 akan lebih progresif, seiring dengan meningkatnya penetrasi perangkat berbasis AI baik di pasar konsumer maupun korporasi.

“Dengan landasan pacu yang kuat dari pencapaian tersebut, kami memproyeksikan tahun 2026 akan memberikan hasil yang lebih progresif lagi seiring dengan meluasnya adopsi perangkat berbasis AI yang kami tawarkan ke pasar konsumer maupun korporasi,” katanya.

Dari sisi segmen, AXIO tetap menjadikan segmen ritel atau konsumer sebagai motor utama pertumbuhan. Segmen ini telah berkontribusi lebih dari 78% terhadap total pendapatan perusahaan.

Di luar segmen ritel, perseroan juga terus memperkuat penetrasi di sektor komersial yang saat ini berkontribusi sekitar 18% terhadap pendapatan, serta sektor pendidikan melalui Axioo Class Program yang telah bermitra dengan lebih dari 1.100 institusi pendidikan.

“Meski demikian, kami juga terus memperkuat penetrasi di sektor komersial yang berkontribusi sekitar 18% serta sektor edukasi melalui keberhasilan Axioo Class Program yang telah bermitra dengan lebih dari 1.100 institusi pendidikan,” imbuhnya.

Menurut Luhur, kombinasi produk ritel yang inovatif dan solusi komersial yang andal, seperti seri Zetta, akan menjadi penopang keseimbangan margin perusahaan ke depan.

Tren adopsi AI juga dinilai membuka peluang baru bagi bisnis perangkat keras AXIO. Kebutuhan akan spesifikasi tinggi untuk menjalankan aplikasi berbasis AI sejalan dengan kapabilitas produk-produk AXIO.

Ia mencontohkan lini produk Pongo Studio yang telah tersertifikasi NVIDIA Studio, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan profesional kreatif dan kreator konten.

“Dengan pasar Indonesia yang kini sudah siap menggunakan AI secara lokal di perangkat mereka sendiri, ujar Luhur,  AXIO berada di posisi terdepan untuk menyediakan hardware yang tidak hanya bertenaga tetapi juga optimal untuk menjalankan algoritma AI terbaru,” tandasnya. 

Baca Juga: PTPP Garap Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung Senilai Rp 934,36 Miliar

Selanjutnya: Klaim Asuransi Kendaraan Menyusut 3,22% per November 2025

Menarik Dibaca: Harga Bitcoin Bergerak Liar, Investor Disarankan Berhati-hati

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News