KONTAN.CO.ID - Pergerakan mata uang Asia beragam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (27/8/2026). Dolar Taiwan dan won Korea Selatan menjadi dua mata uang yang mencatat penguatan terbesar di kawasan.
Baca Juga: Dolar AS Dekati Level Tertinggi 8 Hari, Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed Menguat Mengutip
Reuters, hingga pukul 02.24 GMT, dolar Taiwan menguat 0,25% menjadi 31,738 per dolar AS, sedangkan won Korea Selatan menguat 0,54% menjadi 1.378,80 per dolar AS. Penguatan won terjadi di tengah keputusan Bank of Korea (BOK) menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3%. BOK juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan tahun ini menjadi 3,3% dari sebelumnya 2,6%. Sementara itu, dolar Singapura melemah 0,07% menjadi 1,271 dolar Singapura per dolar AS. Yen Jepang turun 0,03% menjadi 159,340 yen per dolar AS. Baht Thailand juga melemah tipis 0,01% menjadi 32,805 per dolar AS. Peso Filipina turun 0,07% menjadi 61,679 per dolar AS.
Baca Juga: Qantas Catat Pemulihan Permintaan Penerbangan Australia-AS Rupiah Tertekan Di kawasan Asia Tenggara, rupiah menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terbesar. Rupiah tercatat melemah 0,39% menjadi Rp17.765 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.695 per dolar AS. Ringgit Malaysia juga melemah 0,07% menjadi 4,025 per dolar AS. Sementara itu, rupee India relatif stabil di 95,413 per dolar AS. Yuan China menguat tipis 0,03% menjadi 6,721 per dolar AS. Jika dihitung sejak akhir 2025, kinerja mata uang Asia masih beragam. Won Korea Selatan menjadi salah satu yang berkinerja terbaik dengan penguatan 4,40%, disusul yuan China yang menguat 3,97% dan dolar Singapura yang naik 1,16%.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat Tiga Hari Beruntun, Saham Teknologi Terdongkrak Kinerja Nvidia Sebaliknya, rupiah telah melemah 6,16% sepanjang 2026 hingga perdagangan Kamis tersebut. Pelemahan lebih dalam terjadi pada peso Filipina sebesar 4,67%, rupee India 5,81%, baht Thailand 4,13%, dan yen Jepang 1,69%. Di sisi lain, ringgit Malaysia menguat 0,77%, sedangkan dolar Taiwan melemah 0,95% sejak akhir 2025.