Mata Uang Asia Bergerak Beragam Jumat (31/7), Won Korea Selatan Melemah Paling Dalam



KONTAN.CO.ID - Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung beragam pada perdagangan Jumat (31/7/2026).

Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam, sementara rupiah berhasil menguat tipis.

Baca Juga: Aktivitas Pabrik di China Turun Pada Juli, Dipicu Lemahnya Permintaan


Mengutip Reuters, hingga pukul 02.12 GMT, won Korea Selatan melemah 0,87% menjadi 1.435,20 won per dolar AS, menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan pada hari itu.

Yen Jepang juga tertekan setelah sempat menguat tajam sehari sebelumnya akibat dugaan intervensi pemerintah Jepang. Mata uang Jepang tersebut melemah 0,66% ke level 160,57 yen per dolar AS.

Dolar Singapura turun 0,21%, ringgit Malaysia melemah 0,24%, sedangkan baht Thailand terkoreksi tipis 0,03%.

Di sisi lain, rupiah menguat sekitar 0,14% ke level Rp 18.050 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 18.075 per dolar AS.

Yuan China juga menguat tipis 0,06% ke level 6,749 per dolar AS, sementara peso Filipina naik 0,20%. Adapun rupee India bergerak relatif stabil.

Baca Juga: Konflik AS-Iran Meluas, Serangan Drone di Mesir Ancam Jalur Minyak Lewat Terusan Suez

Kinerja Mata Uang Asia Sepanjang 2026

Secara tahun berjalan (year-to-date), mayoritas mata uang Asia masih mencatat pelemahan terhadap dolar AS.

Rupiah menjadi salah satu mata uang dengan depresiasi terdalam, yakni sekitar 7,65% dibandingkan posisi akhir 2025.

Baht Thailand melemah sekitar 5,87%, rupee India turun 6,07%, peso Filipina terkoreksi 4,14%, yen Jepang melemah 2,44%, dolar Taiwan turun 3,16%, dan ringgit Malaysia terkoreksi 0,71%.

Baca Juga: Bursa Korea Selatan Melonjak 14% Jumat (31/7), Saham Samsung dan SK Hynix Pimpin Reli

Sebaliknya, yuan China menjadi salah satu mata uang yang masih mencatat penguatan terhadap dolar AS sepanjang tahun ini, yakni sekitar 3,54%, sementara dolar Singapura menguat tipis 0,16%. Won Korea Selatan juga masih membukukan kenaikan sekitar 0,30% secara year-to-date.