Mata Uang Asia Bergerak Beragam, Ringgit Melemah dan Won Korea Selatan Menguat



KONTAN.CO.ID - Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bervariasi pada perdagangan Selasa (14/7/2026).

Ringgit Malaysia menjadi salah satu mata uang yang melemah, sementara won Korea Selatan menguat di tengah kehati-hatian pelaku pasar menjelang rilis data inflasi AS.

Baca Juga: Yield Treasury AS Capai Puncak 17 Bulan, Investor Bersiap Hadapi Data Inflasi


Melansir Reuters hingga pukul 02.09 GMT, won Korea Selatan menguat 0,21% ke level 1.494,30 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.497,50.

Sebaliknya, ringgit Malaysia melemah 0,25% menjadi 4,078 per dolar AS dari posisi sebelumnya 4,068.

Mata uang Asia lainnya bergerak sebagai berikut:

Mata Uang Kurs Terhadap Dolar AS Perubahan Harian
Yen Jepang 162,390 Menguat 0,02%
Dolar Singapura 1,295 Melemah 0,03%
Dolar Taiwan 32,190 Melemah 0,06%
Won Korea Selatan 1.494,300 Menguat 0,21%
Baht Thailand 33,505 Melemah 0,07%
Peso Filipina 61,644 Melemah 0,11%
Rupiah Indonesia 18.100 Stabil
Rupee India 95,620 Stabil
Ringgit Malaysia 4,078 Melemah 0,25%
Yuan China 6,785 Melemah 0,05%
Baca Juga: AS Lanjutkan Serangan ke Iran, Dua Kapal Tanker Diserang di Selat Hormuz

Pergerakan Sepanjang 2026

Secara year-to-date (YTD), sebagian besar mata uang Asia masih melemah terhadap dolar AS.

Rupiah Indonesia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam, turun sekitar 7,9% dibandingkan posisi akhir 2025.

  • Baht Thailand melemah 6,13%.
  • Rupee India turun 6,01%.
  • Peso Filipina melemah 4,61%.
  • Won Korea Selatan turun 3,67%.
  • Yen Jepang melemah 3,53%.
  • Dolar Taiwan turun 2,34%.
  • Dolar Singapura melemah 0,70%.
  • Ringgit Malaysia turun 0,54%.
Baca Juga: Emas Sentuh Level Terendah Dua Pekan, Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi

Berbeda dengan mata uang lainnya, yuan China justru menguat sekitar 3% terhadap dolar AS sepanjang tahun berjalan.