Mata Uang Asia Bergerak Campur Kamis (26/3), Ringgit Malaysia Melemah Paling Tajam



KONTAN.CO.ID - Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (26/3/2026) pagi terlihat campur aduk, mencerminkan sentimen pasar yang berhati-hati di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika suku bunga global.

Melansir Reuters, Ringgit Malaysia menjadi yang paling menonjol melemah, turun 0,55% menjadi 3,984 per dolar AS, di tengah kekhawatiran investor akan volatilitas pasar energi akibat konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: Bursa Korsel Turun Kamis (26/3) Pagi, di Tengah Ketidakpastian Negosiasi Iran - AS


Sementara itu, Rupiah Indonesia justru menguat tipis 0,15% menjadi 16.880 per dolar, menunjukkan stabilitas relatif di tengah gejolak regional.

Mata uang lain bergerak beragam: Yen Jepang nyaris stagnan di 159,47, Won Korea melemah 0,27% ke 1.505,8, sedangkan Dolar Taiwan menguat 0,23% menjadi 31,878 per dolar.

Baht Thailand dan Yuan Tiongkok menunjukkan penguatan tipis masing-masing 0,12% dan 0,09%, sementara Peso Filipina melemah 0,27%.

Jika dilihat sejak awal tahun, beberapa mata uang Asia tercatat cukup terpukul. Won Korea tercatat melemah hingga 4,4% dan Baht Thailand turun hampir 4%, sementara Ringgit Malaysia justru mencatat penguatan 1,8% sejak akhir 2025.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik 1% Kamis (26/3) Pagi: Brent ke US$103,35 & WTI ke US$91,40

Analis mengatakan pergerakan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal, termasuk ekspektasi suku bunga AS yang lebih stabil dan ketidakpastian geopolitik yang mendorong investor menyesuaikan posisi mata uang mereka.

Pasar kini menunggu langkah berikutnya dari bank sentral regional dan perkembangan konflik Timur Tengah, yang kemungkinan akan menentukan arah mata uang Asia dalam beberapa pekan ke depan.