Mata Uang Asia Bergerak Terbatas Rabu (14/1) Pagi, Baht Thailand Sedikit Melemah



KONTAN.CO.ID - Pergerakan mata uang Asia cenderung terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (14/1/2026), dengan baht Thailand tercatat melemah tipis di tengah minimnya sentimen baru di pasar regional.

Data Reuters menunjukkan sebagian besar mata uang Asia bergerak dalam kisaran sempit pada awal perdagangan Asia.

Baht Thailand turun 0,11% ke level 31,515 per dolar AS. Yen Jepang juga melemah 0,12% ke 159,31 per dolar AS, sementara dolar Singapura turun 0,06% ke 1,289 per dolar AS.


Baca Juga: Bursa Korea Selatan Cetak Rekor Tertinggi Rabu (14/1), Emiten Chip Jadi Pendorong

Dolar Taiwan melemah 0,10% ke 31,688 per dolar AS, sedangkan ringgit Malaysia turun 0,07% ke 4,058 per dolar AS. Peso Filipina tercatat melemah 0,05% ke level 59,363 per dolar AS.

Di sisi lain, won Korea Selatan justru menguat tipis 0,06% ke 1.477,9 per dolar AS. Yuan China offshore juga menguat tipis 0,01% ke 6,979 per dolar AS.

Rupiah Indonesia bergerak stagnan di level 16.860 per dolar AS, tidak berubah dibandingkan posisi sebelumnya. Sementara itu, rupee India juga tercatat stabil di level 90,19 per dolar AS.

Secara year to date (YTD) sepanjang 2026, sebagian besar mata uang Asia masih berada di bawah tekanan.

Baca Juga: Imbal Hasil JGB Tenor 5 Tahun Cetak Rekor, Kekhawatiran Utang Bayangi Lelang

Won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam, turun sekitar 2,60% dibandingkan akhir 2025. Yen Jepang melemah 1,67%, diikuti rupiah Indonesia yang terkoreksi sekitar 1,13%.

Sebaliknya, yuan China menjadi salah satu mata uang yang menguat sejak awal tahun, dengan kenaikan sekitar 0,13% dibandingkan posisi akhir 2025.

Pelaku pasar cenderung berhati-hati sambil menunggu perkembangan data ekonomi global serta arah kebijakan moneter bank sentral utama, terutama dari Amerika Serikat, yang masih menjadi penentu utama pergerakan mata uang kawasan.

TAG: