Mata Uang Asia Bergerak Terbatas Rabu (4/2) Pagi, Baht Thailand Menguat Paling Tinggi



KONTAN.CO.ID - Pergerakan mata uang Asia cenderung terbatas pada perdagangan Rabu (4/2/2026), dengan baht Thailand mencatat penguatan terbesar terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara mata uang lainnya bergerak tipis di tengah minimnya sentimen baru dari pasar global.

Melansir data Reuters  pukul 02.08 GMT, baht Thailand menguat sekitar 0,30% ke level 31,56 per dolar AS. Penguatan ini menjadi yang paling signifikan di kawasan Asia pada hari tersebut.


Baca Juga: Boeing Rencanakan Penerbangan Perdana 777X Produksi pada April 2026

Di sisi lain, yen Jepang melemah 0,28% ke posisi 156,16 per dolar AS. Won Korea Selatan juga turun 0,23% ke level 1.449,9 per dolar AS.

Rupiah Indonesia bergerak relatif stabil, melemah tipis 0,03% ke kisaran 16.760 per dolar AS.

Dolar Singapura, dolar Taiwan, peso Filipina, ringgit Malaysia, dan yuan China cenderung mencatat penguatan tipis terhadap dolar AS, mencerminkan sikap hati-hati investor yang masih mencermati arah kebijakan moneter AS dan perkembangan ekonomi global.

Pergerakan sejak awal 2026

Secara year to date (YtD) 2026, ringgit Malaysia mencatat kinerja terbaik di Asia dengan penguatan sekitar 3,39% dibandingkan level akhir 2025. Dolar Singapura dan yuan China juga menguat masing-masing 1,30% dan 0,77%.

Baca Juga: Aktivitas Jasa China Menguat pada Januari 2026, Perekrutan Tertinggi dalam 6 Bulan

Sebaliknya, rupiah Indonesia tercatat melemah sekitar 0,54% sejak akhir 2025, sejalan dengan tekanan yang juga dialami won Korea Selatan, peso Filipina, dan rupee India.

Pergerakan yang cenderung sempit ini menunjukkan pasar valuta asing Asia masih menunggu katalis yang lebih kuat, terutama terkait arah suku bunga The Federal Reserve serta dinamika ekonomi dan geopolitik global.

Selanjutnya: Pefindo Sematkan Peringkat idAAA untuk WOM Finance, Prospek Stabil

Menarik Dibaca: Akun Instagram Terblokir? Waspadai Batasan Like dan Komentar Ini!