Mata Uang Asia Bergerak Terbatas, Rupiah Masih Jadi yang Terlemah Sepanjang 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung terbatas pada perdagangan Kamis (16/7/2026).

Meski mayoritas hanya mengalami perubahan tipis, rupiah masih menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan secara year to date.

Berdasarkan data pasar hingga pukul 02.03 waktu setempat, pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS berlangsung dalam rentang yang sempit.


Baca Juga: Penguatan Dolar Amerika Masih Menekan Mata Uang Asia

Yen Jepang menguat 0,06%, dolar Taiwan naik 0,09%, peso Filipina menguat 0,02%, yuan China bertambah 0,01%, dan rupee India relatif stabil.

Di sisi lain, beberapa mata uang mengalami pelemahan harian.

Dolar Singapura turun 0,05%, won Korea Selatan melemah 0,06%, baht Thailand turun 0,13%, ringgit Malaysia terkoreksi 0,12%, sementara rupiah melemah tipis 0,03% ke level Rp18.065 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.060.

Secara akumulatif sejak awal 2026, tekanan terhadap mata uang Asia masih cukup besar. Rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan paling dalam, yakni 7,72% dibandingkan posisi akhir 2025 di Rp16.670 per dolar AS.

Setelah rupiah, baht Thailand tercatat melemah 6,36%, rupee India turun 6,63%, peso Filipina melemah 4,59%, yen Jepang terkoreksi 3,36%, won Korea Selatan turun 3,25%, dolar Taiwan melemah 2,25%, ringgit Malaysia terkoreksi 0,37%, dan dolar Singapura turun tipis 0,26%.

Baca Juga: Ringgit dan Rupiah Memimpin Penguatan Mata Uang Asia terhadap Dolar AS

Berbeda dengan mayoritas mata uang kawasan, yuan China justru menguat 3,23% sepanjang tahun berjalan terhadap dolar AS, menjadikannya mata uang dengan kinerja terbaik di Asia hingga pertengahan Juli 2026.

Pergerakan yang relatif terbatas pada perdagangan hari ini menunjukkan pelaku pasar masih cenderung menahan posisi sambil mencermati perkembangan sentimen global, meski secara keseluruhan tekanan terhadap sebagian besar mata uang Asia masih berlanjut sepanjang 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News