Mata Uang Asia Campur Aduk Selasa (17/3), Baht Thailand Melemah Paling Tajam



KONTAN.CO.ID - Pergerakan mata uang Asia pada Selasa (17/3/2026) pagi menunjukkan tren yang campur aduk, dengan baht Thailand melemah paling tajam terhadap dolar AS, sementara beberapa mata uang lainnya bergerak variatif.

Baca Juga: Pasar Mata Uang Mengambang Menjelang RBA, Harga Minyak Tinggi Jadi Perhatian

Berdasarkan data perdagangan pukul 02:02 GMT:

  • Yen Jepang turun 0,21% menjadi 159,390 per dolar AS
  • Dolar Singapura turun 0,09% menjadi 1,279 per dolar AS
  • Dolar Taiwan menguat 0,12% menjadi 31,910
  • Won Korea Selatan relatif stabil di 1.492,2 (-0,02%)
  • Baht Thailand melemah 0,39% menjadi 32,435
  • Peso Filipina turun tipis 0,03% ke 59,660
  • Rupiah Indonesia menguat 0,12% ke 16.965
  • Rupee India stabil di 92,42
  • Ringgit Malaysia menguat 0,15% menjadi 3,922
  • Yuan Tiongkok naik 0,13% menjadi 6,882

Baca Juga: Harga Emas Stabil Selasa (17/3), Tunggu Keputusan Bank Sentral dan Risiko Timteng

Jika dilihat sejak awal tahun 2026 dibandingkan akhir 2025, pergerakan mata uang utama Asia cukup bervariasi:

  • Baht Thailand turun paling tajam 3,04%
  • Won Korea Selatan melemah 3,53%
  • Rupee India turun 2,76%
  • Yen Jepang melemah 1,72%
  • Rupiah Indonesia turun 1,74%
  • Ringgit Malaysia justru menguat signifikan 3,42%
  • Yuan Tiongkok naik 1,54%
Baca Juga: Harga Minyak Naik Lebih 2% Selasa (17/3), Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan Iran

Fluktuasi ini dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, termasuk perang AS-Israel melawan Iran, serta ekspektasi keputusan suku bunga bank sentral di kawasan Asia dan global.