Mata Uang Asia Mayoritas Menguat, Won Korea Turun Paling Dalam di Tengah Hari Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan mata uang di Asia cenderung menguat hingga tengah hari ini (16/9/2026).

Hingga pukul 12.30 WIB, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,35%.

Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang menanjak 0,27% dan peso Filipina terangkat 0,13%. Disusul, baht Thailand melonjak 0,05%.


Berikutnya, rupee India dan yuan China yang sama-sama naik 0,05%. Lalu ada dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,01% di tengah hari ini.

Baca Juga: Beijing Buka Akses Pasar Luar Negeri, Investor China Menyerbu Saham AS

Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,13%.

Kemudian ada yen Jepang terkoreksi 0,1% dan dolar Singapura turun 0,02%. Diikuti rupiah yang terlihat melemah tipis 0,01% terhadap the greenback.

Pada sesi ini, won Korea Selatan sempat melemah hingga 0,8% menjadi 1.372,80 per dolar AS, sehingga membatasi kenaikan indeks mata uang pasar berkembang MSCI yang mencatat sedikit penguatan.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan mata uang tersebut terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam dua minggu di angka 99,736.

Baca Juga: Korea Selatan Minta Pemaparan Rencana Investasi AS di Parlemen Ditunda

Pergerakan ini terjadi menjelang keputusan Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan pada hari yang sama, di mana para pelaku pasar memperkirakan adanya kenaikan suku bunga AS—yang kemungkinan menjadi awal dari serangkaian kenaikan suku bunga di masa mendatang.

Pasar memperhitungkan probabilitas lebih dari 90% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, sembari tetap memperkirakan total dua kali kenaikan hingga akhir tahun, tulis Lloyd Chan, analis mata uang senior di MUFG, dalam sebuah catatan.