Mata Uang Asia Melemah Jumat (30/1) Pagi, Baht Thailand Turun Paling Dalam



KONTAN.CO.ID - Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat (30/1/2026), seiring penguatan dolar dan sikap pelaku pasar yang masih berhati-hati menantikan arah kebijakan moneter AS.

Baht Thailand tercatat menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan.

Melansir Reuters hingga pukul 02.06 GMT, baht Thailand melemah sekitar 0,1% ke level 31,388 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di 31,327.


Baca Juga: Bursa Asia Bergerak Fluktuatif (30/1), Bersiap Catat Kinerja Bulanan Terbaik 3 Tahun

Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan arus keluar modal dan sentimen global yang cenderung defensif.

Yen Jepang juga tertekan dan melemah ke level 153,870 per dolar AS, turun sekitar 0,5% dibandingkan hari sebelumnya.

Dolar Singapura melemah 0,2% ke posisi 1,267 per dolar AS, sementara won Korea Selatan turun 0,3% ke level 1.439,20 per dolar AS.

Mata uang kawasan lainnya turut bergerak melemah, termasuk dolar Taiwan yang turun 0,1% ke 31,395 per dolar AS, peso Filipina yang melemah tipis ke 58,990 per dolar AS, serta rupiah Indonesia yang turun sekitar 0,3% ke level 16.800 per dolar AS.

Di sisi lain, pergerakan relatif stabil terlihat pada rupee India yang bertahan di level 91,955 per dolar AS. Yuan China nyaris tidak berubah di kisaran 6,95 per dolar AS.

Secara kinerja sepanjang tahun berjalan 2026, yen Jepang masih mencatat penguatan sekitar 1,8% terhadap dolar AS dibandingkan posisi akhir 2025. Dolar Singapura juga menguat sekitar 1,4%, sementara won Korea Selatan relatif stabil.

Baca Juga: Harga Emas Turun Jumat (30/1) Pagi, Namun Menuju Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 1980

Namun, rupiah Indonesia tercatat melemah sekitar 0,7% sepanjang tahun ini dibandingkan level akhir 2025.

Rupee India menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terbesar, turun sekitar 2,2% secara year to date (YTD).

Sebaliknya, ringgit Malaysia justru menguat sekitar 3,0% terhadap dolar AS sejak awal tahun.

Pelaku pasar kini mencermati perkembangan kebijakan suku bunga Federal Reserve serta dinamika geopolitik global yang terus memengaruhi arah pergerakan dolar AS dan mata uang kawasan Asia.

Selanjutnya: Bursa Asia Bergerak Fluktuatif (30/1), Bersiap Catat Kinerja Bulanan Terbaik 3 Tahun

Menarik Dibaca: Harga Emas Antam Jumat 30 Januari 2026 Turun Jadi Segini