Mata Uang Asia Selasa (19/5) Pagi, Rupiah Tembus Rekor Terendah Baru ke Rp 17.700



KONTAN.CO.ID - Nilai tukar rupiah melemah ke level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (19/5/2026), di tengah tekanan yang juga dialami mayoritas mata uang Asia.

Melansir data Bloomberg pukul 09.39 WIB, rupiah pasar spot ke Rp 17.712 per dolar AS atau melemah 0,24% dari posisi sebelumnya Rp 17.668 per dolar AS. Mata uang garuda melanjutkan pelemahannya empat hari beruntun.

Baca Juga: Harga BBM: Bensin dan Solar di India Naik Lagi, Dua Kali dalam Sepekan


Pelemahan rupiah menjadi yang terdalam di kawasan Asia sepanjang tahun berjalan 2026. Sejak akhir 2025, mata uang Indonesia telah terdepresiasi sekitar 5,82% terhadap dolar AS.

Selain rupiah, melansir Reuters sejumlah mata uang Asia lain juga bergerak melemah. Won Korea Selatan turun 0,59%, dolar Taiwan melemah 0,33%, baht Thailand terkoreksi 0,17%, dan yen Jepang turun 0,09% terhadap dolar AS.

Sementara itu, ringgit Malaysia dan yuan China justru mencatat penguatan tipis masing-masing sebesar 0,05% dan 0,03%.

Tekanan terhadap mata uang Asia terjadi seiring penguatan dolar AS yang masih didorong permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global dan kekhawatiran pasar terhadap inflasi tinggi akibat konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: StanChart Bidik ROTE 18% pada 2030, Pangkas Lebih dari 7.000 Karyawan

Sepanjang 2026, rupee India menjadi mata uang Asia dengan pelemahan terbesar terhadap dolar AS, yakni sekitar 6,72%, disusul peso Filipina yang turun 4,63% dan won Korea Selatan sebesar 4,14%.

Adapun dolar Singapura tercatat menguat sekitar 0,47% terhadap dolar AS sejak awal tahun.