Mata Uang Iran Anjlok: 1.000 Rial Iran Hanya Bernilai Sekitar Rp 400



KONTAN.CO.ID - Rial Iran anjlok ke level terendah sepanjang sejarah, sehingga memicu krisis ekonomi dan gelombang protes besar di negara tersebut. 

Di saat yang sama, nilai tukar rupiah melemah hingga mendekati Rp 17.000 per dollar AS pada awal 2026. 

Lalu, jika sama-sama melemah, 1 rial Iran berapa rupiah? 

1 rial Iran berapa rupiah? 


Nilai tukar rial Iran (IRR) terhadap rupiah kini sangat kecil. Dalam konversi kasar, 1 rial Iran setara sekitar Rp 0,40. Artinya, 1.000 rial Iran hanya bernilai sekitar Rp 400, yang menggambarkan betapa tajam depresiasi mata uang Iran dalam beberapa tahun terakhir. 

Rial Iran masuk peringkat 2 mata uang terendah di dunia 

Rial Iran kini menempati posisi kedua dalam daftar mata uang terendah di dunia berdasarkan nilai tukar terhadap dollar AS. 

Seperti dikutip dari Forbes, Selasa (13/1/2026), daftar 10 mata uang terendah dunia disusun berdasarkan data nilai tukar per 9 Januari 2026 yang bersumber dari Open Exchange. 

Dalam daftar itu, rial Iran berada di urutan kedua dengan nilai sekitar 0,000024 dollar AS per 1 IRR, atau setara 1 dollar AS senilai sekitar 42.112 rial Iran. 

Baca Juga: Elon Musk Sebut Tabungan Pensiun Tak Lagi Penting, Ini Penjelasannya

Rupiah juga melemah, BI ungkap penyebabnya 

Sementara itu, rupiah juga ikut tertekan pada awal tahun ini. 

Bank Indonesia (BI) menjelaskan, pelemahan rupiah terjadi karena tekanan pasar keuangan global yang meningkat, terutama akibat eskalasi tensi geopolitik, kekhawatiran terhadap independensi bank sentral di sejumlah negara maju, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed. 

"Pergerakan mata uang global pada awal 2026 ini, termasuk Indonesia, banyak dipengaruhi oleh meningkatnya tekanan di pasar keuangan dunia," ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea dalam keterangan tertulis, Rabu (13/1/2026). 

BI mencatat rupiah ditutup melemah di level Rp 16.860 per dollar AS pada Selasa (13/1/2026), atau terdepresiasi sebesar 1,04% secara tahunan (year-to-date/yoy). 

Baca Juga: Ancaman Penahanan ICE: Siapa Saja yang Boleh Ditangkap Petugas Federal?

Kenapa rial Iran anjlok parah? 

Di Iran, tekanan nilai tukar jauh lebih ekstrem dan berdampak langsung pada kondisi sosial-ekonomi. 

Seperti dikutip dari The Associated Press, Selasa (13/1/2026), rial Iran sempat menyentuh 1,42 juta per dollar AS sebelum menguat tipis ke kisaran 1,38 juta per dollar AS. 

Anjloknya mata uang ini disebut memperparah inflasi, menaikkan harga kebutuhan pokok, dan memperbesar tekanan hidup masyarakat. 

Seperti dikutip dari Pusat Statistik Iran, inflasi tahunan pada Desember 2025 mencapai 42,2 persen, naik 1,8 persen dibandingkan November 2025. 

Data yang sama mencatat harga pangan melonjak hingga 72 persen, sementara biaya kesehatan meningkat sekitar 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Krisis ini juga diperparah oleh faktor sanksi ekonomi internasional dan ketidakpastian geopolitik. 

Seperti dilansir Reuters, kesepakatan nuklir Iran pada 2015 sempat membuat kondisi lebih stabil ketika nilai tukar masih berada di kisaran 32.000 rial per dollar AS, tetapi situasi berubah setelah Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan itu pada 2018. 

Dampak krisis Iran: protes besar pecah di berbagai kota 

Krisis nilai tukar rial Iran turut memicu demonstrasi besar. 

Seperti dilansir kantor berita resmi IRNA, aksi protes terpusat di kawasan perdagangan utama Teheran, termasuk Jalan Saadi dan wilayah Shush di dekat Grand Bazaar. 

IRNA juga melaporkan aksi serupa terjadi di kota-kota besar lain seperti Isfahan, Shiraz, dan Mashhad. 

Sementara itu, ILNA melaporkan banyak pedagang menutup toko dan menyerukan pemogokan, meski sebagian usaha masih beroperasi. 

Tonton: Istana Tegaskan Prabowo Ingin Pembangunan IKN Dilanjutkan

Sejumlah saksi mata juga mengatakan kepada Associated Press bahwa aparat keamanan menembakkan gas air mata di beberapa titik di Teheran untuk membubarkan massa. 

Pelemahan rupiah pada awal 2026 terjadi dalam konteks tekanan pasar global dan kebutuhan valas domestik yang meningkat. 

Namun, kondisi rial Iran menunjukkan situasi yang jauh lebih berat karena depresiasi ekstrem, inflasi tinggi, serta tekanan geopolitik dan sanksi internasional yang panjang. 

Dengan kurs sekitar Rp 0,40 per 1 rial, nilai rial Iran saat ini mencerminkan lemahnya daya beli masyarakat dan rapuhnya stabilitas ekonomi di negara tersebut. 

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "1 Rial Iran Berapa Rupiah? Nilainya Kini Cuma Rp 0,40, Ini Penjelasannya"

Selanjutnya: Pekerja Kembali Menuntut Upah Yang Layak

Menarik Dibaca: 25 Ucapan Hari Dharma Samudera 2026, Diperingati Setiap 15 Januari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News