KONTAN.CO.ID - SAN FRANCISCO. Akhir pekan mendatang, platform media sosial X akan membuka algoritma barunya untuk umum. Ini diungkap pemilik X, Elon Musk, melalui media sosialnya, Sabtu (10/1/2026). Algoritma yang dibuka termasuk kode yang digunakan untuk menentukan postingan dan iklan apa yang direkomendasikan kepada pengguna. “Ini akan diulang setiap empat minggu, disertai catatan pengembang yang komprehensif, untuk membantu Anda memahami apa yang telah berubah,” kata Musk, seperti dikutip
Bloomberg, Minggu (11/1/2026). Musk tidak menjelaskan mengapa akhirnya X membuat algoritmanya menjadi
open source. Sebelumnya, orang terkaya di dunia ini telah beberapa kali berselisih dengan regulator sejumlah negara mengenai konten yang ditampilkan kepada pengguna.
Baca Juga: X Didenda Rp 2,3 Triliun, Elon Musk Tuntut Uni Eropa Dibubarkan, Apa yang Terjadi? Sebelumnya, sejumlah pengguna X hanya menerima sedikit postingan dari akun yang mereka ikuti. Pada Oktober, Musk mengkonfirmasi dalam sebuah postingan di X bahwa perusahaan telah menemukan bug signifikan dalam algoritma tab
For You. Musk berjanji memperbaikinya. X juga telah berupaya memasukkan lebih banyak kecerdasan buatan ke dalam algoritma rekomendasinya untuk X, menggunakan Grok,
chatbot akal imitasi (AI) milik Musk. Musk telah berjanji dalam beberapa tahun terakhir untuk membuat beberapa algoritma X menjadi publik, tetapi tindak lanjutnya tidak konsisten. Pada September lalu, Musk menulis, tujuan membuka algoritma jadi publik adalah agar mesin rekomendasi X sepenuhnya berbasis AI. Ia juga mengatakan kala itu, X akan membagikan algoritma sumber terbukanya setiap dua minggu sekali.
Baca Juga: UE Denda X US$140 Juta karena Melanggar Aturan Konten, TikTok Selamat dari Sanksi "Sejauh mana orang melihat peningkatan pada
feed mereka, itu bukan karena tindakan individu tertentu yang mengubah heuristik, tetapi lebih karena peningkatan penggunaan Grok dan alat AI lainnya," tulis Musk. X sedang berupaya agar semua lebih dari 100 juta postingan harian yang diterbitkan di X dievaluasi oleh Grok. AI tersebut kemudian akan menawarkan kepada pengguna individu postingan yang paling mungkin menarik minat mereka. "Ini akan sangat meningkatkan kualitas laman
feed Anda," ungkap Musk. Kala itu, Musk menyebut, X berencana meluncurkan fitur-fitur baru tersebut pada November.
Baca Juga: Platform X Milik Elon Musk Tumbang, Ribuan Pengguna AS Terdampak Kendati begitu, Grok malah mendapat banyak kecaman. Kemampuan pembuatan gambar Grok telah menghadapi kritik dari regulator berbagai negara. Pasalnya, banyak pengguna menggunakan kemampuan tersebut untuk menseksualisasi perempuan dan anak-anak di X. Jumat (9/1/2026), Grok mengumumkan, pengguna memerlukan langganan berbayar untuk membuat dan mengedit gambar. Fitur-fitur tersebut awalnya diperkenalkan di X secara gratis dengan batasan harian. Indonesia memblokir akses ke Grok setelah penyelidikan terhadap sistem AI yang menghasilkan konten seksual. Pekan ini, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menuntut agar X milik Musk segera memperbaiki diri terkait gambar-gambar yang berbau seksual.
Baca Juga: xAI Elon Musk Rugi Rp 22,8 Triliun, Tapi Pendapatan Melesat Tajam Menteri Teknologi Inggris Liz Kendall juga memperingatkan dalam sebuah pernyataan pada Jumat (9/1/2026) bahwa pemerintah dapat memblokir akses layanan X di Inggris jika menolak mematuhi hukum Inggris.
Regulator Eropa khususnya telah meningkatkan pengawasan terhadap X. Fokus pengawasan Uni Eropa yakni disinformasi, moderasi konten yang tidak memadai, dan kekurangan dalam transparansi. Pada Juli 2025 silam, otoritas Prancis meminta X membagikan algoritmanya sebagai bagian dari penyelidikan atas tuduhan bias dan manipulasi. X pada saat itu mengatakan tidak akan mematuhi permintaan tersebut dan menuduh penyelidikan tersebut bermotivasi politik.