MAWA DAYA 94 Tahun Nojorono, Merajut Karsa Selaras dengan Waktu



KONTAN.CO.ID - KUDUS. Memasuki usia ke-94 tahun pada 14 Oktober 2026, PT Nojorono Tobacco International (Nojorono Kudus) menegaskan komitmennya dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat inisiatif keberlanjutan. Perusahaan yang masuk dalam jajaran lima besar industri sigaret di Indonesia ini terus beradaptasi dengan dinamika pasar melalui ekspansi portofolio produk dan program tanggung jawab sosial berkelanjutan.

Dalam kerangka strategi jangka panjang bertajuk "Merajut Karsa Selaras dengan Waktu", Nojorono Kudus secara konsisten memperluas lini bisnisnya. Tercatat, pada kuartal III-2026, perusahaan resmi merilis Djinggo Apple, sebuah varian rasa baru yang dirancang secara strategis untuk menjawab perubahan preferensi konsumen yang dinamis di industri hasil tembakau.

Presiden Direktur PT Nojorono Tobacco International, Surjadi Lukman, menyatakan bahwa inovasi produk serta pelestarian nilai fundamental perusahaan merupakan kunci utama dalam menjaga daya saing di tengah perubahan zaman.


"Pengembangan varian produk melalui Baron dan Djinggo, serta inisiatif seperti #Puntung Beruntung, mencerminkan bagaimana Nojorono terus merespons perkembangan zaman. Bagi kami, inovasi perlu berjalan seiring dengan pemahaman terhadap nilai-nilai yang telah membentuk perusahaan sejak awal," ungkap Surjadi dalam keterangan resminya, Rabu (14/10).

Dari sisi implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG), Nojorono Kudus kembali menggulirkan kampanye #PuntungBeruntung yang kini memasuki tahun ketiga. Inisiatif ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 12 terkait praktik konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Program pengelolaan material pascakonsumsi ini melibatkan kolaborasi antara industri, komunitas, dan pelaku kreatif, yang turut mengantarkan Nojorono Kudus meraih penghargaan Indonesia PR Program of the Year 2026 dan Indonesia Public Relations Award (IPRA) 2026.

Selain fokus pada lingkungan, perusahaan juga merealisasikan komitmen sosialnya melalui pembangunan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH). Bekerja sama dengan NU Care-LAZISNU Jawa Tengah dan pemerintah daerah setempat, Nojorono Kudus melakukan perbaikan hunian warga di Desa Karangbener yang mencakup aspek sanitasi, pencahayaan alami, dan sirkulasi udara.

Di sektor pelestarian budaya, perusahaan turut mempromosikan identitas budaya Kudus ke kancah nasional melalui pagelaran kolosal Tari Lajur Caping Kalo. Acara yang melibatkan 675 penari ini berhasil mencatatkan Rekor MURI, yang diharapkan dapat menstimulasi ketertarikan masyarakat luas terhadap warisan budaya tak benda khas Kudus.

Mengusung semangat #MawaDaya, peringatan hari jadi ke-94 ini dijadikan perusahaan sebagai momentum evaluasi sekaligus pijakan strategis menuju pencapaian usia satu abad pada 2032 mendatang.

"Perjalanan selama 94 tahun mengajarkan kami bahwa setiap generasi memiliki tantangannya sendiri. Apa yang telah dibangun sejak 1932 menjadi pijakan bagi Nojorono dalam menghadapi tantangan berikutnya. Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari perjalanan industri dan masyarakat Kudus selama ini," pungkas Surjadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News