KONTAN.CO.ID - ZANDVOORT. Max Verstappen memastikan kelanjutan kariernya bersama Red Bull Racing setelah menandatangani perpanjangan kontrak hingga akhir musim Formula 1 2030. Kesepakatan tersebut mengakhiri spekulasi mengenai masa depan pembalap asal Belanda itu dalam waktu dekat. Verstappen yang kini berusia 28 tahun sebelumnya terikat kontrak dengan Red Bull hingga akhir 2028. Namun, dalam kontrak tersebut terdapat klausul performa yang berpotensi memberinya jalan keluar apabila tim gagal memenuhi ekspektasi atau menyediakan mobil yang mampu bersaing untuk meraih kemenangan. Klausul yang berkaitan dengan performa tersebut diyakini telah aktif pada musim ini, berdasarkan laporan sejumlah media Belanda.
Red Bull saat ini berada di posisi keempat klasemen konstruktor Formula 1 musim 2026. Sementara itu, Verstappen menempati peringkat keenam klasemen pembalap dengan selisih 110 poin dari pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, yang berada di puncak setelah 11 balapan. Kepastian kontrak baru Verstappen diumumkan menjelang Grand Prix Belanda yang berlangsung di Zandvoort pada akhir pekan ini.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat, Rupiah Ikut Perkasa Usai Pemerintah AS Redakan Pasar Obligasi Sempat Dikaitkan dengan Mercedes dan McLaren
Masa depan Verstappen menjadi salah satu topik utama dalam bursa pembalap Formula 1 sepanjang musim ini. Juara dunia empat kali tersebut sebelumnya dikaitkan dengan dua tim pesaing, yakni Mercedes dan McLaren. McLaren bahkan telah merekrut insinyur balap Verstappen, Gianpiero Lambiase, yang dijadwalkan bergabung dengan tim tersebut paling lambat pada 2028. Namun, Verstappen akhirnya memilih bertahan bersama Red Bull, tim yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya sejak bergabung dengan program pembalap muda Red Bull pada 2014. "Saya sangat senang dengan perpanjangan kontrak ini," kata Verstappen dalam pernyataan tim. "Kami memiliki orang-orang terbaik dan saya bersemangat untuk terus bekerja sama dengan semua orang untuk kembali ke puncak. Ini tetap menjadi tujuan utama yang selama ini kami perjuangkan bersama dan akan terus kami kejar," ungkapnya. Verstappen juga menegaskan kedekatan emosionalnya dengan Red Bull setelah menjalani hampir seluruh karier Formula 1 bersama tim tersebut. "Saya selalu mengatakan ini: Tim ini seperti keluarga kedua bagi saya dan saya merasa sangat nyaman di sini ... melanjutkan perjalanan ini bersama tim yang telah bersama saya sepanjang karier benar-benar istimewa dan merupakan sesuatu yang selalu ingin saya lakukan," ujarnya.
Red Bull Ingin Kembali ke Puncak
Perpanjangan kontrak Verstappen menjadi dorongan penting bagi Red Bull yang sedang menghadapi periode kompetitif yang lebih sulit dibandingkan beberapa musim sebelumnya. Verstappen telah memenangkan seluruh empat gelar juara dunia Formula 1 bersama Red Bull. Karena itu, keberadaannya hingga 2030 menjadi bagian penting dari rencana tim untuk kembali menjadi penantang utama dalam perebutan gelar juara dunia. Kepala tim Red Bull, Laurent Mekies, mengatakan hanya sedikit kemitraan dalam dunia olahraga yang mampu mencapai pencapaian seperti yang telah dibangun Verstappen dan Red Bull. Menurut Mekies, keputusan untuk memperpanjang kontrak tersebut dibangun di atas kepercayaan antara pembalap dan tim.
Baca Juga: Harga Tembaga Bertahan di Atas US$14.000, Dolar AS Melemah Jadi Penopang "Sejak awal, Max telah mewujudkan segala sesuatu yang membuat Oracle Red Bull Racing menjadi istimewa: daya saing tanpa kompromi, tekad yang tak kenal lelah, dan keberanian untuk menantang kebiasaan yang ada," ujar Mekies.
"Dampaknya terhadap tim kami dan perjalanan Red Bull dalam dunia motorsport telah mengubah segalanya, dan dia merupakan bagian fundamental dari semua yang telah kami capai bersama," tambahnya. Mekies menegaskan Red Bull masih memiliki ambisi besar bersama Verstappen hingga beberapa tahun mendatang. "Tetapi kami belum selesai. Masih ada lebih banyak balapan untuk dimenangkan, lebih banyak pencapaian untuk diraih, dan lebih banyak sejarah untuk ditulis," terangnya. Dengan kontrak hingga 2030, Verstappen kini memiliki kepastian mengenai masa depannya bersama Red Bull. Tantangan berikutnya adalah membantu tim tersebut kembali ke papan atas persaingan Formula 1 setelah performa mereka pada musim 2026 belum memenuhi ekspektasi.