Maxim dan Gerkatin Dorong Kesempatan Kerja Setara bagi Penyandang Disabilitas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kesempatan untuk bekerja dan memperoleh penghasilan yang layak menjadi salah satu isu yang dibahas dalam seminar “Setara Berdaya: Peluang Tanpa Batas Bersama Maxim dan Gerkatin” yang digelar Maxim Indonesia bersama Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (Gerkatin), Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Tuli Sedunia. Selain menghadirkan sesi edukasi mengenai inklusivitas dan komunikasi dengan komunitas Tuli, acara ini juga menjadi wadah bagi anggota Gerkatin untuk mengenal peluang menjadi mitra pengemudi Maxim.

Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, mengatakan pihaknya ingin membuka kesempatan ekonomi yang dapat diakses oleh masyarakat tanpa membatasi kondisi disabilitas.


Baca Juga: UU Reforma Agraria Disahkan, Begini Kata Pakuwon Jati (PWON)

“Bagi kami, setara berdaya adalah satu komitmen, bahwasannya kalau peluang untuk ekonomi dan ruang pekerjaan itu harus bisa diakses oleh siapapun, dan tanpa ada limitasi atau batas,” ujar Dirhamsyah.

Menurut Dirhamsyah, kolaborasi dengan Gerkatin diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seminar, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk memperluas keterlibatan penyandang disabilitas dalam ekosistem transportasi daring.

“Di sinilah kolaborasi bersama Maxim dan Gerkatin, yang kami harapkan ke depannya, agar dari berbagai disabilitas, tidak hanya Tuli, itu bisa juga dapat bergabung di dalam satu ekosistem kami,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Maxim turut membuka pendaftaran bagi anggota Gerkatin yang tertarik bergabung sebagai mitra pengemudi. Perusahaan memberikan potongan komisi khusus sebesar 1 persen bagi mitra disabilitas. 

Ketua Umum DPP Gerkatin, Wilma Redjeki, menyambut baik kesempatan tersebut. Ia mengatakan kerja sama dengan Maxim memberikan ruang bagi komunitas Tuli untuk mendapatkan akses pekerjaan sekaligus mendorong kemandirian.

“Terima kasih banyak atas kolaborasi pada hari ini terhadap Maxim dan Gerkatin, dan memberikan kesempatan atas kolaborasi ini, kerja sama dengan kami Gerkatin, dan juga pada karyawan dan pahlawan Tuli yang dapat bekerja di Maxim,” ujar Wilma dalam acara tersebut.

Baca Juga: Realisasi Capex Astra (ASII) Baru Rp 17 Triliun, Ini Rincian Penggunaannya

Sementara itu, Pekerja Sosial Ahli Madya Kementerian Sosial RI, Indra Gunawan, menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi penyandang disabilitas, salah satunya akses terhadap pekerjaan. Dalam pemaparannya, ia menyebut persoalan yang dihadapi penyandang disabilitas mencakup akses layanan, pekerjaan, pendidikan dan pelatihan, kesehatan hingga identitas.

“Ruang kerja itu sempit sekali,” kata Indra saat menjelaskan salah satu tantangan yang masih dihadapi penyandang disabilitas dalam mengakses kesempatan kerja.

Ia pun mengapresiasi kolaborasi Maxim dan Gerkatin dalam membuka akses ekonomi bagi penyandang disabilitas. “Kami mendukung penuh kolaborasi antara Maxim dan Gerkatin dalam membuka ruang aksesibilitas serta kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas,” ujar Indra.

Melalui kegiatan ini, Maxim dan Gerkatin mendorong agar penyandang disabilitas tidak hanya memperoleh akses terhadap layanan, tetapi juga kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan ekonomi.

Maxim menyatakan, komitmennya untuk terus menciptakan peluang ekonomi yang setara serta menghadirkan layanan transportasi yang dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News