KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan bisnis ride-hailing di Indonesia diproyeksi semakin dinamis dengan hadirnya pemain baru, termasuk Green SM Bike yang masuk ke segmen layanan ojek online berbasis kendaraan listrik. Di tengah kondisi tersebut, Maxim Indonesia menganggap industri transportasi online masih memiliki ruang untuk bertumbuh seiring dengan kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang praktis dan terjangkau. Development Director Maxim Indonesia Dirhamsyah mengatakan, perkembangan ekonomi digital dan perluasan layanan ke berbagai daerah masih menjadi faktor yang dapat menopang pertumbuhan industri transportasi online ke depan.
Baca Juga: IDPRO Minta Daya Dukung Air Jadi Pertimbangan Data Center Jatiluhur “Pertumbuhan permintaan juga akan berjalan seiring dengan perkembangan ekonomi digital dan perluasan layanan ke berbagai daerah," kata Dirhamsyah kepada KONTAN, belum lama ini.
Untuk mempertahankan posisi di industri, Maxim akan berfokus pada pengembangan layanan sekaligus memperluas pemenuhan kebutuhan masyarakat di tengah dinamika pasar. Dirhamsyah mengatakan, Maxim akan mempertahankan daya saing dengan menyediakan beragam layanan, mulai dari transportasi penumpang, pengiriman barang, pemesanan makanan, hingga peluang kemitraan bagi masyarakat yang ingin menjadi mitra pengemudi. Di tengah persaingan yang semakin ketat, perusahaan juga akan meningkatkan kualitas dan kemudahan akses layanan, menjaga harga tetap kompetitif, serta memperluas jangkauan layanan di berbagai wilayah Indonesia. "Kami percaya bahwa daya saing tidak hanya ditentukan oleh jumlah perusahaan yang berada di pasar, tetapi juga oleh kemampuan untuk menghadirkan layanan yang relevan, mudah diakses, dan konsisten dalam memenuhi kebutuhan pengguna," kata Dirhamsyah. Terkait masuknya Green SM Bike, Maxim menilai pemain baru akan menghadapi tantangan untuk mengubah struktur pasar yang telah terbentuk. Terlebih, layanan berbasis kendaraan listrik masih menjadi segmen yang lebih spesifik dibandingkan platform transportasi online yang menyediakan layanan lebih beragam.
Baca Juga: Garuda Indonesia (GIAA) Perluas Layanan Digital di Tengah Pemulihan Kinerja Menurut Maxim, keterbatasan armada, jarak, durasi penggunaan, kebutuhan pengisian daya, serta kompleksitas sistem kendaraan listrik menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan yang sepenuhnya bergantung pada kendaraan listrik. Di sisi lain, perbedaan model bisnis antara platform yang mengandalkan kendaraan pribadi mitra pengemudi dengan platform berbasis kendaraan listrik dinilai turut memengaruhi kemampuan perusahaan dalam memperluas jumlah mitra dan armada. "Perbedaan model bisnis antara platform transportasi online yang mengandalkan kendaraan pribadi mitra pengemudi dengan platform penyedia layanan berbasis kendaraan listrik dapat memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan jumlah mitra dan armada berkembang mengikuti kebutuhan pasar," ujarnya. Meski demikian, Maxim juga tidak menutup peluang untuk memperluas pemanfaatan kendaraan listrik. Saat ini, perusahaan telah memiliki layanan Maxim Car EV yang secara khusus menggunakan armada kendaraan listrik. Maxim juga memberikan skema komisi aplikasi yang lebih rendah bagi mitra pengemudi yang terdaftar dalam layanan kendaraan listrik tersebut.
Baca Juga: Pasar AC Makin Ketat, LG Electronics Andalkan Kecerdasan Buatan dan Produksi Lokal "Maxim melihat bahwa kendaraan listrik merupakan salah satu bagian penting dari perkembangan transportasi dan kami akan terus mengikuti perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia," kata Dirhamsyah. Ke depan, Maxim akan mempertimbangkan peluang untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik dengan melihat kesiapan infrastruktur, kebutuhan operasional, serta kondisi di masing-masing wilayah. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News