Maximus Insurance Waspadai Pelemahan Rupiah Bisa Berdampak ke Rasio Klaim



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan asuransi umum PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) menyebut fluktuasi nilai tukar rupiah bisa berdampak pada claim severity di lini properti, kendaraan bermotor, dan marine cargo.

Direktur Teknik Maximus Insurance Lianny juga mengkhawatirkan potensi kenaikan rasio kredit bermasalah di sektor riil juga dapat memengaruhi frekuensi klaim pada lini kredit dan suretyship

"Ditambah, adanya tekanan kompetisi harga premi yang agresif di pasar, serta konsentrasi portofolio pada segmen tertentu yang rentan terhadap perlambatan ekonomi," katanya kepada Kontan, Kamis (18/6/2026).


Lianny menyampaikan faktor-faktor itu menjadi bagian dari pemantauan risiko berkelanjutan yang dilakukan tim underwriting dan klaim perusahaan.

Baca Juga: BI Rate Naik Lagi, Ekonom BSI: Sulit Turun Tahun Ini

Lebih lanjut, Lianny mengatakan Maximus Insurance akan menerapkan sejumlah upaya untuk menekan rasio klaim ke depannya. Dia menyampaikan Maximus beberapa langkah mitigasi, di antaranya penguatan disiplin underwriting dan kriteria akseptasi risiko, penyesuaian pricing premi agar lebih mencerminkan profil risiko terkini, optimalisasi proses recovery klaim, serta pemanfaatan dukungan reasuransi untuk klaim bernilai besar. 

"Dilakukan juga peningkatan koordinasi dengan lembaga keuangan dan pembiayaan dalam memantau kualitas portofolio kredit yang dijamin," ucapnya.

Lianny menyebut langkah-langkah itu sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menjaga kualitas pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, bukan semata mengejar volume premi.

Jika menilik laporan keuangan perusahaan di situs resmi, rasio klaim Maximus Insurance sebesar 15,47% per Mei 2026. Angkanya tercatat meningkat, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 7,47%. 

Lianny menyampaikan berbagai aspek, termasuk pelemahan daya beli, sejak awal tahun memang menjadi salah satu tantangan yang dihadapi. Dia bilang dampaknya memang tidak bersifat langsung dan linier terhadap rasio klaim perusahaan. Akan tetapi, hal itu membuat perlambatan pertumbuhan premi membuat basis perhitungan rasio klaim menjadi lebih kecil. 

"Dengan demikian, rasio klaim secara persentase dapat terlihat lebih tinggi, meski nominal klaim relatif stabil," tuturnya.

Baca Juga: Simpanan LKM Konvensional Mengalami Penurunan per April 2026, Ini Kata Aslindo

Lianny juga menyebut pelemahan nilai tukar Rupiah turut menaikkan biaya klaim pada beberapa lini yang memiliki komponen impor tinggi, seperti suku cadang kendaraan, material konstruksi, dan barang dalam pertanggungan marine cargo. Dia bilang sejumlah faktor tersebut akan terus dipantau secara berkala oleh perusahaan ke depannya, termasuk pengaruhnya terhadap rasio klaim.

Menilik data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), rasio klaim industri asuransi umum tercatat sebesar 41,5% per Maret 2026, atau meningkat dari posisi per Maret 2025 yang sebesar 36%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News