KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) atau Mayapada Healthcare, menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 1 triliun pada 2026. Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit, memperluas jaringan, serta memperkuat layanan medis berteknologi tinggi. Corporate Secretary Mayapada Healthcare Arie Farisandi mengatakan, perusahaan ini tetap menjalankan ekspansi dengan mempertimbangkan kesiapan proyek dan potensi pertumbuhan permintaan. Realisasi capex hingga semester I-2026 terutama diarahkan untuk pembangunan fasilitas baru dan pengadaan peralatan medis. “Untuk tahun 2026, SRAJ mengalokasikan capex sekitar Rp1 triliun yang akan digunakan untuk pengembangan kapasitas rumah sakit, ekspansi jaringan, serta penguatan layanan medis berteknologi tinggi,” kata Arie kepada KONTAN, Rabu (9/9/2026). Baca Juga: Apindo Soroti Daya Saing Industri di Tengah Usulan Kenaikan Upah 2027 Dari sisi kinerja, SRAJ mencatatkan pendapatan sekitar Rp1,30 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut tumbuh 9,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan terutama didukung peningkatan volume pasien serta kontribusi layanan dengan kompleksitas medis lebih tinggi. Namun, EBITDA SRAJ masih menghadapi tekanan seiring investasi dan ekspansi yang dilakukan. Tekanan tersebut termasuk biaya operasional fasilitas baru yang masih berada dalam fase ramp-up. Untuk 2026, SRAJ menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10%-15%. Target tersebut mempertimbangkan kondisi operasional serta fase ramp-up sejumlah fasilitas baru. Perseroan juga berfokus pada peningkatan utilisasi, operating leverage, dan kualitas profitabilitas secara bertahap. “Untuk 2026, kami tetap fokus pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Dengan mempertimbangkan kondisi operasional dan fase ramp-up beberapa fasilitas baru, kami saat ini menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10%-15% pada 2026,” ujar Arie. Salah satu strategi pertumbuhan SRAJ adalah memperkuat layanan high-end atau layanan dengan kompleksitas medis tinggi. Hingga semester I-2026, kontribusi layanan tersebut menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, baik dari sisi jumlah kasus maupun nilai pendapatan. Baca Juga: Arkora Hydro (ARKO) Bangun PLTA Pongbembe 20 MW Senilai Rp 287,98 Miliar Pengembangan layanan tersebut mencakup cardiology, oncology, neurology, gastrohepatology, dan orthopaedic. SRAJ juga mengembangkan robotic surgery melalui penguatan Centers of Excellence, kompetensi dokter spesialis dan subspesialis, serta investasi teknologi medis. Di sisi ekspansi kapasitas, Mayapada Healthcare melanjutkan pembangunan Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan di Lebak Bulus. Groundbreaking dilakukan pada Juni 2025 dan proyek tersebut kini memasuki tahap konstruksi. Setelah selesai, kompleks Tower 1, 2, dan 3 ditargetkan memiliki kapasitas lebih dari 400 tempat tidur dengan total luas bangunan lebih dari 100.000 meter persegi. Tower 3 akan menjadi bagian dari pengembangan layanan high-acuity dan Centers of Excellence Mayapada Hospital. Selain meningkatkan kapasitas, SRAJ membidik peluang untuk mengurangi medical travel pasien Indonesia ke luar negeri. Perusahaan ini mengembangkan layanan yang mencakup diagnosis, tindakan medis, hingga post-treatment care. Kasus kardiovaskular, kanker, neurologi, orthopaedic, dan robotic surgery menjadi sejumlah layanan yang dinilai berpotensi dikembangkan di dalam negeri. Kolaborasi dengan institusi kesehatan internasional juga dilakukan untuk mendukung transfer pengetahuan dan best practices. Untuk menjaga ekspansi tetap sejalan dengan kondisi bisnis, perseroan menerapkan disiplin dalam pelaksanaan investasi. Timing belanja modal disesuaikan dengan kesiapan proyek dan potensi pertumbuhan permintaan.
Mayapada Healthcare (SRAJ) Siapkan Capex Rp 1 Triliun untuk Ekspansi Rumah Sakit
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) atau Mayapada Healthcare, menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 1 triliun pada 2026. Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit, memperluas jaringan, serta memperkuat layanan medis berteknologi tinggi. Corporate Secretary Mayapada Healthcare Arie Farisandi mengatakan, perusahaan ini tetap menjalankan ekspansi dengan mempertimbangkan kesiapan proyek dan potensi pertumbuhan permintaan. Realisasi capex hingga semester I-2026 terutama diarahkan untuk pembangunan fasilitas baru dan pengadaan peralatan medis. “Untuk tahun 2026, SRAJ mengalokasikan capex sekitar Rp1 triliun yang akan digunakan untuk pengembangan kapasitas rumah sakit, ekspansi jaringan, serta penguatan layanan medis berteknologi tinggi,” kata Arie kepada KONTAN, Rabu (9/9/2026). Baca Juga: Apindo Soroti Daya Saing Industri di Tengah Usulan Kenaikan Upah 2027 Dari sisi kinerja, SRAJ mencatatkan pendapatan sekitar Rp1,30 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut tumbuh 9,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan terutama didukung peningkatan volume pasien serta kontribusi layanan dengan kompleksitas medis lebih tinggi. Namun, EBITDA SRAJ masih menghadapi tekanan seiring investasi dan ekspansi yang dilakukan. Tekanan tersebut termasuk biaya operasional fasilitas baru yang masih berada dalam fase ramp-up. Untuk 2026, SRAJ menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10%-15%. Target tersebut mempertimbangkan kondisi operasional serta fase ramp-up sejumlah fasilitas baru. Perseroan juga berfokus pada peningkatan utilisasi, operating leverage, dan kualitas profitabilitas secara bertahap. “Untuk 2026, kami tetap fokus pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Dengan mempertimbangkan kondisi operasional dan fase ramp-up beberapa fasilitas baru, kami saat ini menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10%-15% pada 2026,” ujar Arie. Salah satu strategi pertumbuhan SRAJ adalah memperkuat layanan high-end atau layanan dengan kompleksitas medis tinggi. Hingga semester I-2026, kontribusi layanan tersebut menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, baik dari sisi jumlah kasus maupun nilai pendapatan. Baca Juga: Arkora Hydro (ARKO) Bangun PLTA Pongbembe 20 MW Senilai Rp 287,98 Miliar Pengembangan layanan tersebut mencakup cardiology, oncology, neurology, gastrohepatology, dan orthopaedic. SRAJ juga mengembangkan robotic surgery melalui penguatan Centers of Excellence, kompetensi dokter spesialis dan subspesialis, serta investasi teknologi medis. Di sisi ekspansi kapasitas, Mayapada Healthcare melanjutkan pembangunan Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan di Lebak Bulus. Groundbreaking dilakukan pada Juni 2025 dan proyek tersebut kini memasuki tahap konstruksi. Setelah selesai, kompleks Tower 1, 2, dan 3 ditargetkan memiliki kapasitas lebih dari 400 tempat tidur dengan total luas bangunan lebih dari 100.000 meter persegi. Tower 3 akan menjadi bagian dari pengembangan layanan high-acuity dan Centers of Excellence Mayapada Hospital. Selain meningkatkan kapasitas, SRAJ membidik peluang untuk mengurangi medical travel pasien Indonesia ke luar negeri. Perusahaan ini mengembangkan layanan yang mencakup diagnosis, tindakan medis, hingga post-treatment care. Kasus kardiovaskular, kanker, neurologi, orthopaedic, dan robotic surgery menjadi sejumlah layanan yang dinilai berpotensi dikembangkan di dalam negeri. Kolaborasi dengan institusi kesehatan internasional juga dilakukan untuk mendukung transfer pengetahuan dan best practices. Untuk menjaga ekspansi tetap sejalan dengan kondisi bisnis, perseroan menerapkan disiplin dalam pelaksanaan investasi. Timing belanja modal disesuaikan dengan kesiapan proyek dan potensi pertumbuhan permintaan.
TAG: