KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk (
SRAJ), operator Mayapada Healthcare, terus mengoptimalkan kinerja melalui ekspansi bisnis, khususnya pada vertikal baru layanan kesehatan mata, Mayapada Eye Center (MEC). Sebelumnya, Mayapada Healthcare telah meluncurkan MEC pada 2024 di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kini, perseroan memperluas jangkauan dengan membuka MEC di kawasan Sudirman. Chief Operating Officer Mayapada Healthcare, Navin Nathani mengatakan, dengan mengusung konsep premium boutique, MEC menawarkan layanan kesehatan mata dengan konsep
one stop solution. Salah satu layanan unggulannya adalah laser vision correction (LVC). Adapun target pasar MEC adalah masyarakat kelas menengah di Jabodetabek yang bekerja dan beraktivitas di pusat kota. Baca Juga: KKP Incar Investasi Biru dari Davos, OIS Bali Disiapkan Jadi Forum Pengunci Proyek Menurut Nathani, ekspansi layanan kesehatan mata akan terus dilakukan perseroan sepanjang tahun ini, terutama di kota-kota besar, baik kota baru maupun kota yang telah memiliki Rumah Sakit Mayapada. Sementara itu, Direktur Utama Mayapada Healthcare Navin Sonthalia melihat kontribusi MEC terhadap kinerja perseroan saat ini masih belum signifikan. Namun, ia optimistis lini bisnis ini akan memberikan kontribusi yang semakin besar seiring berjalannya waktu. “MEC memang masih merupakan vertikal baru bagi Mayapada Healthcare. Namun, proporsinya terhadap total kinerja perseroan akan terus meningkat, baik secara kuartalan maupun tahunan,” ujarnya dalam konferensi pers peresmian MEC Sudirman di Jakarta, Rabu (28/1/2026). Sonthalia menambahkan, kontribusi tersebut akan semakin bertumbuh seiring rencana pembukaan MEC di Rumah Sakit Mayapada Tangerang dan Surabaya pada awal tahun depan. Selain ekspansi MEC, Sonthalia bilang, Mayapada Healthcare juga berencana membuka rumah sakit baru di Cakung, Jakarta Timur pada April 2026. Adapun untuk pembangunan satu rumah sakit Mayapada, ia menyebut investasi yang dibutuhkan berkisar antara Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun, tergantung pada ukuran dan kompleksitas fasilitas.
Di sisi lain, perseroan juga tengah membangun Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH) di Batam yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2027. Kerja sama dengan rumah sakit internasional ini, lanjut Sonthalia, merupakan bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dalam negeri.
“Meskipun membutuhkan waktu, dalam jangka menengah kami yakin masyarakat Indonesia akan semakin percaya untuk berobat di dalam negeri tanpa harus ke luar negeri,” tutup Sonthalia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News