Maybank Group Buat Strategi Lima Tahun, Bidik ROE 13%–14% pada 2030



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Malayan Banking Berhad (Maybank Group) resmi meluncurkan strategi lima tahun terbarunya hingga 2030 bertajuk ROAR30. Melalui strategi ini, Maybank membidik pertumbuhan berkelanjutan dengan target Return on Equity (ROE) sebesar 13%–14% pada 2030.

ROAR30 dibangun di atas tiga pilar utama, yakni memperkuat komitmen Humanising Financial Services, membangun bisnis berskala besar untuk memperkuat kepemimpinan di kawasan, serta memperkokoh fondasi strategis jangka panjang agar tetap tangguh menghadapi dinamika industri ke depan.

President & Group CEO Maybank, Dato’ Sri Khairussaleh Ramli, mengatakan ROAR30 menjadi fase percepatan pertumbuhan Maybank Group setelah selesainya strategi M25+. Strategi ini diarahkan untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham sekaligus memperkuat peran Maybank di kawasan ASEAN.


Baca Juga: Merespons Kabar Soal IPO Unit Usaha Syariah, CIMB Niaga: Masih Fokus Spin Off

“Melalui ROAR30, kami memasuki fase percepatan dengan membangun bisnis berskala besar untuk memaksimalkan peluang pertumbuhan di pasar ASEAN yang semakin signifikan,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (28/1).

Dari sisi kinerja keuangan, selain ROE, Maybank Group menargetkan Net Interest Margin (NIM) di atas 2,05%, Cost to Income Ratio (CIR) 47% atau lebih rendah, serta rasio CASA di atas 41% pada 2030.

Pada pilar pertama, Maybank menegaskan kembali komitmen Humanising Financial Services melalui peningkatan pengalaman nasabah, penciptaan dampak sosial, serta dukungan terhadap ekonomi riil. Hingga kini, skor relational Net Promoter Score (rNPS) Maybank tercatat di atas +40 di seluruh pasar utama, yakni Malaysia, Indonesia, dan Singapura.

Maybank juga menargetkan mobilisasi pembiayaan berkelanjutan sebesar RM 300 miliar dalam lima tahun ke depan, meningkat signifikan dari realisasi kumulatif RM 156,32 miliar hingga sembilan bulan di tahun 2025. Selain itu, Maybank berada di jalur untuk mencapai carbon neutral pada 2030 dan net zero pada 2050.

Pilar kedua ROAR30 difokuskan pada pengembangan empat bisnis berskala besar, yakni institusi keuangan syariah global, manajemen kekayaan regional, bank transaksi dan pembayaran regional, serta bank korporasi dan investasi regional. Maybank akan memanfaatkan kekuatan regionalnya di Malaysia, Indonesia, dan Singapura sebagai pasar utama pendorong pertumbuhan.

Sementara itu, pilar ketiga diarahkan untuk memperkuat fondasi jangka panjang melalui pengembangan SDM, budaya organisasi, pemanfaatan teknologi, data dan kecerdasan buatan (AI), serta optimalisasi produktivitas dan alokasi modal. Maybank menyiapkan investasi RM10 miliar dalam lima tahun ke depan untuk penguatan teknologi, data, dan AI.

Baca Juga: Pengamat Sebut Insentif PPN DTP Belum Dorong Asuransi Properti Ritel

Di bawah strategi sebelumnya, M25+, Maybank mencatatkan kinerja solid dengan laba bersih mencapai RM7,8 miliar per sembilan bulan di tahun 2025 dan ROE sebesar 11,5%, tertinggi sejak 2016. Total pengembalian pemegang saham kumulatif tercatat 56,1% sejak 2022 hingga Januari 2025.

Dengan ROAR30, Maybank Group menegaskan ambisinya untuk memperkuat posisi sebagai grup perbankan regional terkemuka yang tidak hanya fokus pada kinerja keuangan, tetapi juga penciptaan dampak berkelanjutan bagi nasabah, komunitas, dan perekonomian kawasan.

Selanjutnya: Awal Tahun, Bank Masih Memupuk Uang di SBN

Menarik Dibaca: Jangan Lewatkan! Promo Alfamart Serba Gratis Berakhir 31 Januari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News