Maybank Indonesia bidik kredit naik 10% di 2016



JAKARTA. Maybank Indonesia menargetkan pertumbuhan kredit sampai akhir tahun ini bisa mencapai 9% sampai 10%. Target pertumbuhan kredit Maybank Indonesia lebih tinggi dibandingkan revisi target kredit oleh Bank Indonesia yaitu 7% sampai 9%.

Namun jika dilihat, target kredit bank berkode emiten BNII ini masih relatif lebih rendah dari RBB revisi terakhir yang disampaikan bank kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu 11%.

Menurut Direktur Keuangan Maybank Indonesia Thilagavathy Nadason,  pertumbuhan kredit bank akan banyak disokong oleh tiga sektor utama, yaitu ritel,  banking komersial SME, dan korporasi.


“Memang pada Juli pertumbuhan kredit kami agak turun, namun diperkirakan pada kuartal empat 2016 akan membaik,” ujar Thila, Rabu (14/9).

Direktur Utama Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan, untuk memacu kredit, pada kuartal IV 2016, bank akan masuk ke pembiyaaan yang terkait dengan infrastruktur. Untuk itu, Maybank Indonesia telah bekerjasaa dengan beberapa BUMN karya dan melakukan komunikasi dengan beberapa pemilik proyek jalan tol.

“Jadi proyek infrastruktur yang kami biayai ini banyak melibatkan kontraktor lokal, diharapkan hal ini bisa memacu untuk kredit bisnis banking dan korporasi,” ujar Taswin, Rabu (14/9).

Taswin menargetkan, sampai akhir tahun ini, pertumbuhan kredit infrastruktur bisa melebihi 10%. Hal ini salah satunya berasal dari beberapa proyek infrastruktur baik swasta maupun pemerintah.

Hingga semester I 2016, pertumbuhan kredit Maybank Indonesia mencapai 8,3% yoy menjadi Rp 117,5 triliun. Pertumbuhan  ini sebagian besar dikontribusi oleh global banking sebesar yang tumbuh 6,4%, serta bisnis banking dan SME sebesar 6,2%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini