KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Maybank Indonesia Tbk berencana mengambil alih mayoritas saham PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia (AEII) sebagai bagian dari penyesuaian struktur konglomerasi keuangan grup Maybank di Indonesia. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Maybank Indonesia bersama manajemen AEII telah mengumumkan rencana pengambilalihan saham tersebut melalui surat kabar pada 15 Juni 2026. Dalam transaksi tersebut, Maybank Indonesia akan membeli sebanyak 191,25 juta saham kelas A dan 790,14 juta saham kelas B milik Etiqa International Holdings Sdn. Bhd.
Baca Juga: BSI Lunasi Sukuk Mudharabah Senilai Rp 220 Miliar, Jatuh Tempo Juni 2026 Jumlah saham yang akan diakuisisi tersebut setara dengan 51% dari total saham ditempatkan dan disetor dalam AEII. Manajemen Maybank Indonesia menjelaskan, rencana pengambilalihan tersebut merupakan bagian dari proses reorganisasi internal grup yang dilakukan sebagai tindak lanjut atas implementasi Peraturan OJK Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan. Dengan transaksi tersebut, Maybank Indonesia nantinya akan menjadi pemegang saham pengendali baru di AEII. “Pengambilalihan merupakan proses reorganisasi internal pada AEII sebagai tindak lanjut atas Peraturan OJK Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (17/6/2026). Meski demikian, realisasi transaksi masih menunggu persetujuan dari OJK serta persetujuan pemegang saham Maybank Indonesia dan pemegang saham AEII. Manajemen juga menyampaikan para pihak yang berkepentingan, termasuk kreditur AEII, dapat mengajukan keberatan atas rencana pengambilalihan tersebut dalam waktu 14 hari kalender sejak pengumuman dilakukan. Keberatan dapat disampaikan secara tertulis kepada AEII dengan menyertakan alasan dan dokumen pendukung yang relevan.
Baca Juga: Transaksi QRIS Bank Muamalat Melonjak 75%, Ditopang Akuisisi Merchant Maybank Indonesia menegaskan rencana pengambilalihan saham tersebut tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan. “Informasi atau fakta material yang diungkapkan tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional dan kelangsungan usaha perseroan,” tulis manajemen. Langkah ini sekaligus memperkuat integrasi bisnis jasa keuangan di bawah grup Maybank Indonesia, khususnya pada sektor perbankan dan asuransi, sejalan dengan ketentuan terbaru mengenai pengelolaan konglomerasi keuangan di Indonesia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News