Maybank Sekuritas Tambah Kepemilikan Saham Grup Bakrie Jadi 8,49%, Harga Saham Naik



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Komposisi kepemilikan saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berubah. Usai pengumuman  tersebut, harga saham milik keluarga Bakrie ini menanjak.

Perubahan pemilikan saham ENRG berjumlah besar terjadi di Maybank Sekuritas Indonesia. Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham, Maybank Sekuritas Indonesia menambah kepemilikannya di ENRG melalui transaksi pembelian tidak langsung.

Sebelum transaksi, Maybank Sekuritas Indonesia tercatat memiliki 1,918 miliar saham ENRG atau setara dengan 7,22% hak suara.


Setelah transaksi, jumlah kepemilikan meningkat menjadi 2,255 miliar saham atau setara 8,49% hak suara.

Transaksi tersebut berupa pembelian tidak langsung sebanyak 337,5 juta saham biasa ENRG melalui PT Gelombang Seismic Indonesia pada 28 Agustus 2026.

Baca Juga: Dari Wacana Pengahapusan Sahan Gocap hingga Regulasi Ojol, Ini Prospek GOTO

Dalam laporan tersebut, transaksi dilakukan dengan tujuan transaksi repo PT Gelombang Seismic Indonesia.

Meski kepemilikannya meningkat, Maybank Sekuritas Indonesia menegaskan tidak menjadi pemegang saham pengendali ENRG. Perseroan juga menyatakan tidak memiliki niat untuk mempertahankan pengendalian atas perusahaan.

Dengan transaksi tersebut, porsi kepemilikan Maybank Sekuritas Indonesia di ENRG bertambah 1,27 percentage point, dari sebelumnya 7,22% menjadi 8,49%.

Harga saham ENRG naik

Usai pengumuman perubahan pemilikan tersebut, harga saham ENRG tren mendaki. Pada perdagangan sesi 1 Senin 31 Agustus 2026, harga saham ENRG ditutup di Rp 1.315 naik 4,78% secara harian.

Sementara itu, ENRG mampu meraup kinerja keuangan positif sepanjang semester I-2026. Hal ini dipengaruhi efek kenaikan harga minyak dan gas dunia sejak awal tahun.

Pada semester I-2026, ENRG mencatat peningkatan penjualan bersih sebesar 19% year on year (yoy) menjadi US$ 283,37 juta. Bersamaan dengan itu, ENRG meraih kenaikan EBITDA sebesar 25% yoy menjadi US$ 186,28 juta. Emiten produsen migas milik Grup Bakrie ini juga mencatat kenaikan laba bersih sebesar 27% yoy menjadi US$ 45,23 juta. 

Chief Executive Officer & Presiden Direktur Energi Mega Persada Syailendra S. Bakrie, mengatakan, ENRG membukukan kinerja keuangan yang solid pada semester I-2026, didukung oleh kontribusi yang berkelanjutan dari portofolio aset yang telah berproduksi serta peningkatan pendapatan perusahaan. 

"Di masa mendatang, kami akan tetap fokus untuk mengoptimalkan aset yang sudah ada, melanjutkan berbagai inisiatif pertumbuhan, serta menjaga disiplin dalam pelaksanaan di lapangan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan," ujar dia dalam keterangan resmi, Selasa (18/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News