Mayora Indah (MYOR) Mengincar Pertumbuhan Penjualan Dobel Digit pada 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mayora Indah Tbk (MYOR) berharap dapat terus meningkatkan kinerja bisnisnya sepanjang tahun 2023.

Manajemen Mayora Indah menilai industri konsumer masih memiliki prospek yang menjanjikan, sekalipun dunia menghadapi ancaman perlambatan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Maka dari itu, MYOR tetap mengincar kinerja keuangan yang positif pada tahun depan.

“Kami optimistis dan menargetkan pertumbuhan penjualan dobel digit pada tahun 2023,” kata Sekretaris Perusahaan Mayora Indah Yuni Gunawan, Kamis (29/12).


Baca Juga: Mayora Indah (MYOR) Optimistis Penjualan Bakal Moncer Selama Nataru

Mengutip materi paparan publik pada Juni lalu, MYOR membidik pertumbuhan penjualan sebesar 10% menjadi Rp 30,69 triliun pada 2022. Dari sisi bottom line, MYOR memperkirakan dapat meraih kenaikan laba bersih 8,3% menjadi Rp 1,31 triliun pada tahun ini.

Per kuartal III-2022, penjualan MYOR meningkat 11,87% secara tahunan menjadi Rp 22,23 triliun. Di saat yang sama, laba bersih MYOR tumbuh 10,92% secara tahunan menjadi Rp 977,93 miliar.

Sebelum benar-benar menyonsong 2023, MYOR sebenarnya turut diuntungkan oleh momentum libur natal dan tahun baru (nataru). Ini mengingat permintaan terhadap produk-produk makanan-minuman di atas kertas cenderung naik selama periode tersebut. 

Hanya saja, Yuni belum bisa mengungkapkan kontribusi penjualan yang bisa diraih MYOR pada momen Nataru.

“Kami belum bisa berkomentar, karena periode Natal dan tahun baru belum selesai,” imbuh dia.

Terlepas dari itu, ke depanya MYOR dipastikan akan senantiasa menjaga visibilitas dan ketersediaan produk-produk perusahaan baik di segmen modern trade maupun general trade. Dalam hal ini, MYOR berusaha membuat produk-produknya mudah ditemukan oleh konsumen.

Selain itu, walau belum bisa diungkap secara spesifik, MYOR akan terus berinovasi untuk meluncurkan produk-produk baru pada 2023. Produk baru tersebut tentu akan disesuaikan dengan konsumen yang menjadi target pasar MYOR.

Baca Juga: Mayora Belum Berencana Naikkan Harga Produk Meski Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS

“Kami akan berinovasi melalui produk baru maupun varian baru yang sesuai dengan timeline yang ada pada perusahaan,” terang dia.

Sebagai pengingat, MYOR memiliki dua kategori produk yakni makanan olahan dan minuman olahan yang meliputi 6 divisi produk berbeda namun saling terintegrasi. 

Di antaranya divisi produk biskuit dengan merek andalan Roma, kemudian ada divisi kembang gula dengan merek andalan Kopiko dan KIS, divisi wafer dengan merek andalan Astor dan Beng Beng, dan divisi cokelat dengan merek utama Choki-Choki.

Selanjutnya, ada divisi kopi dengan merek andalan Torabika serta divisi makanan kesehatan dengan merek andalan Energen.

Produk-produk MYOR tak hanya terjual di dalam negeri, melainkan juga telah merambah ke 5 benua di dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi